Thursday, March 9, 2017

Jadi Wanita Karir?


Bekasi, Maret 2017

Nyangka nggak sih bakalan merintis karir serius gini? Jawabannya enggak. Dari dulu bayangan saya adalah bekerja sebagai pengusaha yang jam kerjanya bebas. Hehehe. Tapi doa ibu emang nomer satu. Berkat doa ibu yang luar biasa dan keinginannya agar anaknya jadi pegawai BUMN, saya beneran di posisi ini sekarang. Doa ibu itu ridho Allah. Sekarang saya bener-bener percaya banget kalo ridho ibu itu ridho Allah. Alhamdulillah

Okey, sudah dua bulanan saya ikut program FGDP adhi karya (semacam MT). Dan beruntung sekali masuk ke Departemen TOD (transit oriented development). Apa itu TOD? Silakan googling, karena saya nggak mau nyeritain apa itu TOD hehehe. 

Yang pasti di TOD ini saya dan temen-temen langsung di cemplungin dan di delep-delepin atau dicelup-celupin ampe megap-megap karena syok. Beruntung lagi saya di divisi marketing. Aaaaaah... disini semua potensi dan pengalaman yang pernah saya pakai jaman kuliah dipakai semua. Dan dulu emang agak kaget sih. Dua minggu awal saya langsung disuruh tanggung jawab Open Table (pameran properti kecil, kalo kalian pernah yg jual-jual apartemen di mall. Nah itu dia) di salah satu pusat perbelanjaan di Sentul. Untungya saya pernah WEX. Untungya sudah pernah ngedekor pameran. Waktu itu kerjanya dari mulai ngelayout pameran, beli perlengkapan dekor, dan pasang pameran. Terus ngurus jadwal seragam sales, bikin kaos sales dan karena penasaran, saya sampai terjun jualan apartemen eheheheheh. Awalan yang seru kan? Menurutku sih seru. 

Next week, setelah keisengin saya membuat analisis kelebihan dan kekurangan marketing proyek saya, saya diminta persentasi ke pak General Manager TOD, disitu saya mengeluarkan uneg-uneg dan ide-ide tentang apa yang saya amati selama 2 minggu awal. Setelah di bully oleh pak GM dan Pak Kadiv (tapi gak ngerasa di bully, malah kesannya mereka memotivasi dengan cambukan gitu, haha), saya dikasih tugas explore sales, cari tahu mana yang berkualitas mana yang tidak eheheheheh. Dan ngetest sales satu-satu tanpa ketahuan ngetest itu butuh mental kuat dan muka polos, begitu ternyata :')

Itu baru awalan. Lanjut lagi, saya disuruh belajar dan baca buku marketing. So, rak buku saya penuh Hermawan Kartajaya sekarang hahaha. Pulang jam kantor baca buku. Bikin rangkuman.

Dan sejak itu banyak hal-hal baru lainnya yang seru banget buat dipelajari. Sekarang bahkan udah dikasih tanggung jawab ini itu. Berat? Entahlah. Tapi kalo dibandingin sama kuliah arsitek ya sama sih beratnya. Seru. Yang banyak dipake sih soft skill di organisasi. Kalo materi kuliahnya hmmm... bye deh bye... yang pasti mekanika tekik, matematika sama fisika bangunan walaupun nilai D nggak ngefek hihihi

Dan yang bikin bersyukur lagi adalah nggak nyangka kerja di BUMN bakalan seseru ini. Saya pikir saya bakalan di depan laptop tiap hari, ato ke ngecek proyek ato ngecek gambar DED. Alhamdulillah alhamdulillah nggak begitu... 

bonus boleh ya?

This is like... everything I wanna do come true. 

Bisnis plan, iya. Seni, iya. Aristektur, iya. Graphic design, iya. Dekor, iya. Organisasi, iya banget. Alhamdulillah lagi.

Yang saya syukuri lagi adalah...
Ketemu orang-orang berjiwa muda, idealis cukup tinggi, punya taste tinggi, inspiratif, motivatif (emang ada?). Dari Pak GM, Kadiv, Manajer Pemasaran, sampe Project Manager saya, luar biyasak semua. Nggak cuma itu sih, staff-staff senior FGDP angkatan sebelumnya juga luar biyasak keren-keren dan menginspirasi. Super banget deh :')

Alhamdulillah, dan bismillah,
Semoga nggak cepet bosen dan tanggung jawab yang diberikan ke saya dapat saya jalankan dengan sebaik-baiknya. 



note: mindboard yg sudah saya bikin, suatu hari bakal saya jalankan lagi, sementara pending dulu

xoxo!

Sunday, February 19, 2017

this is not a story when a girl meets a boy #3



"Menurut gue, nggak ada orang yang bener-bener ngedukung mimpi kita sepenuh hati."

"Hmm.. statement menarik."
"Menurut gue, semendukung apapun dia, ketika nanti kita sukses, dia akan iri, kalo kita gagal, mungkin akan ditinggalkan."
"Hmm... Statement lu bikin gue mikir....."

Entah kenapa setelah menonton drama La la land, muncul statement begitu. Mungkin termasuk statement super pribadi, dari pengalaman pribadi yang mungkin pernah terjadi pada orang lain. Or never.

Menurutmu malam itu obrolan kita masuk ke pembicaraan tingkat 3, eveluative level. Dimana kita saling bertukar opini dan pendapat. Melemparkan statement sehingga salah satu dari kita harus berpikir ulang untuk menanggapi.

Menurutku itu masuk pembicaraan tingkat 5, peak level. Karena  pembicaraan ini tentang opini yang keluar berdasarkan pengalaman dan menyangkut perasaan.

So 3rd or 5th level. It's up to you, readers. 

Sudut pandang pria dan wanita selalu berbeda. Seperti tiga dan lima, enam dan sembilan, logika dan rasa. Selalu begitu. Selalu berbeda. Selalu melengkapi, seperti logika dan rasa?

I've learned a lot from our lastest story. Even the answer is just the same. Always. Logika dan rasa. Entahlah. 

Balik ke topik mimpi, that's the truth. Bahwa tidak ada yang benar-benar mendukung mimpi kita sepenuh hati, selain hati kita. Kita berjuang sendiri. Jangan bergantung pada siapapun. Siapapun. Mimpi kita ada di hati kita (if you remember; a dream that you wish your heart makes). Jadi baik aku ataupun kamu, perjuangkan mimpi kita masing-masing sebaik-baiknya.

Mungkin belum terpikir mimpi masing-masing dari kita akan jadi mimpi kita. Tapi, satu, dari puluhan mimpi yang kita punya adalah mimpi kita. 

"Saling bantu aja..."
"Makasih, ya, baik banget sih."

So, to be remembered that this journey comes to the live lessons number 4: live the moment. Enjoy aja walau berat.


Catatan ini berlaku untuk saya yang menulis, sebagai quotes awal tahun 2017. 


Good luck!


Tuesday, January 17, 2017

From 23 to 24 y.o; it's not a journey, it's a step. Big step!

Too late to say Happy New Year 2017. But it's not that late to say happy birthday to me. Yes, I’m turning 24 today! Alhamdulillah. 

Seperti 23 tahun sebelumnya, saya memang tidak pernah merayakan ulang tahun dengan orang banyak dan heboh. Makin kesini, saya lebih menikmati pertambahan usia sendirian. Buat merenungi apa yang telah dicapai selama setahun belakangan. Begitulah saya. Melankolis. Setahun belakangan, saya baru menyadari saya bukan seorang extrovert dan bukan seorang ambivert yang dulu saya banggakan. Saya seorang introvert. Apa yang membuat saya terlihat extrovert adalah saya karena saya mau.


Rumah Akar, Kota Tua, 8 Januari 2017

Ternyata saya adalah seorang INFJ (Introvert, Instuition, Feeling, Judging) yang melankolis bergolongan darah A, tapi selalu dikira B, padahal perfeksionis namun kurang percaya diri tapi keras kepala. Nah loh. Rumit.  

Jadi, perjalanan dari 23 menuju 24 adalah: perjuangan akhir saya mendapatkan gelar Sarjana Teknik. Jatuh cinta. Sakit hati. Berjuang mendapat pekerjaan. Bergumul dengan batin dan logika. Dan berakhir dengaaaaan........ jengjengjeng awal baru: 
mendapat pekerjaan sesuai life maping yang pernah saya buat jaman ospek di Fakultas Teknik UGM tentang perjalanan saya sejak hari itu, lulus, masuk Adhi Karya dan perjalanan berikutnya. Udah dibuang sih life maping nya, tapi pas beneran diterima kerja di Adhi Karya semacam dejavu. Pas diinget, ternyata pernah bikin life maping. Alhamdulillah, berkat doa ibu. 

Menginjak 24 tahun ini banyak sekali proses dan pelajaran yang diberikan Allah untuk saya. Bobot nyaseimbang antara apes dan beruntung. Seimbang antara sedih dan bahagia. Seimbang antara sendiri dan bersama-sama. Lalu saya merasa setingkat lebih dewasa di usia ini.


So, let just say.... Bismillah for 24 to 25. Salah satu resolusi saya yang utama adalah istiqomah jadi muslimah beneran, bukan bala-bala lagi. Amin! Selain itu, saya sudah lelah dengan drama dunia dan ingin segera berlabuh. 


Quotes awal usia 23 adalah begin with one step. Buat 24 ini menurut saya adalah:

"Terima dan jalani sebaik-baiknya posisi kita masing-masing. Karena posisi kita kemarin, sekarang dan besok merupakan takdir-Nya."

Sunday, December 25, 2016

Perjalanan Hati


Senin,  12 September

Hati adalah anugerah terunik yang pernah ku terima. Dia bisa melambung tinggi, tapi kadang firasat membuatnya jatuh ke palung ketakutan yang paling dalam sekalipun. Pun ketika baru sekedar firasat.  

Selasa, 13 September

Kata orang lari bukan solusi,tapi lari adalah cara tercepat keluar dari jerat sesak hati. Bayangkan kau berada di dalam gedung yang dikepung asap, yang kau lakukan pasti mencari tangga darurat untuk keluar. Begitupula dengan hati. Dia akan butuh ruang lain untuk menyelamatkan dirinya dari rasa sesak. Agar bisa bernafas lega.  


Rabu, 14 September

Wajar saja hati berharap ketika kau menawarkan suatu yang hebat. Jika kau tak merasa hebat, tolong jangan berani-berani menawarkan sesuatu padanya. Karena dia selalu tahu bagaimana cara mengingatmu, menjagamu dan membalasmu.


Kamis, 15 September

Terkadang hal-hal yang terjadi disekitar kita memang diluar akal manusia. Terkadang logika tidak bisa dibahasakan. Namun hati selalu memberi pertanda, entah baik atau buruk. Hati selalu memberi peringatan, agar kita selalu menyiapkan diri untuk menerima berita-berita yang tak ingin di dengar. Mengingatkan untuk kita bersiap agar dikuatkan. Bahkan mungkin menyiapkan dirinya untuk menyerah. Apakah hati diciptakan sebagai tanda peringatan dariNya? Ataukah semacam alat perantara dari Sang Pencipta kepada hamba?


Jumat, 16 September

Ketidaksanggupan hati menerima beban hanya bisa disimbolkan oleh air mata. Tak ada yang tahu seberapa hancurnya, diluar hanya terlihat air yang menetes dari mata. Hati dan penciptanya yang tahu bagaimana rasa yang sebenarnya. Jangan dibayangkan, aku yakin kamu tidak sanggup. 


Sabtu, 17 September

Izinkan hatimu sejenak untuk menghirup sedikit udara bebas. Maka larilah dia ke tempat yang indah untuk memulihkannya. Sembari mendengar cerita-cerita yang menenangkan, nasehat dari sahabat dekat, atau lantunan ayat suci.


Minggu, 18 September

Hati selalu tahu bagaimana cara melepaskan, meski sebenarnya tak sanggup, tapi kenyataannya dia cukup tegar mengambil keputusan. Bukan berarti menyerah. Dia cukup dewasa dan bersahabat dengan kata ikhlas. Meskipun sebenarnya baru belajar apa arti kata ikhlas. Namun hati tak berhenti merapal doa-doa mujarab yang mampu menenangkan dirinya.


Senin, 19 September

Terkadang hati berjalan sendiri, melupakan logika. Namun pada suatu titik, hati akan mengingatnya. Mengingat apapun yang perlu diperjuangkan, yang telah diikrarkan. Titik balik hadir ketika ia telah mengingat sejauh apa jalan yang telah ia tempuh. Apakah akan maju, atau malah mundur, ketika dia lemah. Maka ketika dia menemukan kekuatan, dia terus berjalan maju. Tak perlu diingatkan orang lain, hati selalu tahu kemana harus berjalan, dia selalu tahu kemana arah tujuannya, tak peduli ada halangan di depan.  Dititik itu hati mengenal kata ikhtiar.


Jumat, 23 September

Jangan salahkan pada hati yang berharap ketika kau memberikan sesuatu yang hebat, karena dia selalu tahu cara menerima. Logikamu akan selalu dia sukai ketika bisa memenangkannya. Terlebih menenangkannya. Hati selalu mengingat apa-apa yang telah kau berikan dengan tulus. Disini dia belajar apa arti tulus. Sungguh manis. Disini pula ia belajar arti kata pasrah. 


Bogor, akhir September

Hujan di kebun raya bukan hanya mengguyur belantara pepohonan, namun juga mengguyur jiwa-jiwa yang ditimpa lara. Banyak nasehat dari para tetua yang menenangkan selayaknya hujan yang mengguyur dataran gersang. Suara hujan jatuh dan hamparan hijau rerumputan membantu hati menemukan lagi siapa dirinya.

Pun ketika nasehat yang didengar seperti “Kamu sudah di titik dimana kamu harus menyerah. Salut dengan perjuanganmu. Kalau kamu ngotot kedepan, kamu malah hanya akan jalan ditempat."

Hati yang telah menemukan lagi siapa dirinya akan terus maju dengan kekuatan yang tanpa sadar ia bangun sendiri. Hadiah paling unik ini ternyata bisa menyembuhkan dirinya ketika terluka. 





Catatan:
Naskah asli terlalu amburadul untuk di publish.
Sehingga saya singkat dan ambil kesimpulannya aja hahaha.
But, thank you Ms. NR, the only one reader of this story. 
Hope someday the reader of this blog can read this full story, too.
cheers! 

Friday, December 16, 2016

Catatan-catatan Kecil

Dear blog, 

Enam bulan belakangan rutinitas saya cuma tiduran di kasur sambil scroll-scroll sosial media. Bosen? Entahlah. Yang tadinya bosen, tapi lama-lama jadi menikmati kesempatan males-malesan ini. Ya saya bilang ini sebuah kesempatan karena saya yakin keadaan ini nggak akan selamanya. Jadi dinikmati aja. Banyak sih yang bisa dishare tentang enam bulan ini. Yaaa... kalo kata temen saya sih salah satu bagian dari 'masa-masa pelik kehidupan.' Hahahaha!

Mana dulu ya yang mau diceritakan? Proses gagal wawancara, ilmu-ilmu baru, persahabatan, cinta, jodoh, bisnis, passion, pekerjaan yang cocok, doa ibu, menikah, agama, motivasi atau apa dulu? Hmmmm..

Ohya, baru sadar akhir-akhir ini, saya memang lagi butuh motivasi karena hidup lagi asem-asemnya. Paling males sih emang buat googling kata-kata motivasi, hahaha. Nggak guna menurutku. Nontonin motivator ngomong kayaknya juga udah kebal. Apalagi akhirnya terbukti itu omongan doang walau kadang ada benernya, yaaaa cuma kalo saya sih pilih enggak deh, dari pada di doktrin sama orang ngomong. 

Lalu sudah mulai bingung mau dikemanakan langkah kaki. Sebenernya mau dikemanakan langkah kaki tuh udah ngerti. Udah ngerti tujuannya mau kemana. Ibarat kalo kita mau ke Monas, tapi ga tau lewat mana kalo dari Bekasi. Nah gitu. 
  

favicon

Lalu saya iseng scroll-scroll blog saya sendiri saking gabutnya. Mau baca-baca selama ini pernah nulis apa aja sih. Tahun ini tulisan yang ke publish super dikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pas dibaca satu-demi satu ternyata banyak catatan kecil yang isinya pemikiran saya sendiri dikala itu. Entah itu cita-cita, doa, harapan, mimpi sampai motivasi buat diri sendiri. Yang fiksi-fiksi tersirat curcol juga ada sih. Ya tulisan makin kesini makin dikit sih, tapi kayaknya kualitas lebih baik dari pada sebelumnya. Heheheheh (berdasarkan sudut pandang super pribadi dari saya)

Selama lima tahunan ngeblog, saya baru ngerasain manfaat nulis cerita hidup di blog. Ini tuh semacam penunjuk jalan buat diri sendiri. Catatan-catatan kecil dalam setiap post itu fungsinya untuk mengingatkan apa-apa saja untuk dilakukan atau diperjuangkan. Catatan kecil ini sebagai pengingat diri dan sebagai track atau jalan untuk menuju ke depan. Bisa dibilang sebagai pedoman juga mungkin yah. Kurang lebih begitu sih menurut saya. 

Misalnya waktu itu saya nulis tentang hati dan logika yang isinya tentang kegalauan tentang pacaran, atau post di ulang tahun saya yang berisi tentang satu langkah besar tahun ini yaitu lulus, dan bagaimana memulai sebuah perjalanan, because the journey of thousand miles begin with one step. Dan banyak lagi contohnya. Aaaaah.. Tema tahun ini memang memulai sebuah perjalanan baru sepertinya ya hehehe. 

Kapan hari pernah nulis status di line: baru ngerasain manfaat nulis dialy life di blog. 

Nah, mungkin ini penjabaran dari status line saya waktu itu hhehehe.

Bukan bermaksud sombong atau apa sih ini sekali lagi cuma bentuk dari buah pemikiran saya. Menurut saya apapun yang rutin kita lakukan di masa sekarang itu akan ada manfaatnya di depan sana. Bisa nulis begini karena sudah pernah mengalami sih. Suka nulis galau diblog pun bakal ada manfaatnya, suka nggambar juga ada manfaatnya, suka baca buku apalagi, suka motret, suka bikin vlog, suka narsispun atau apapun yang disuka dan rutin di kerjakan bakalan ada manfaat di depan nanti. 

Sama kayak nabung, kalo kita rajin masukin uang recehan ke celengan, manfaatnya baru kerasa nantinya kalo udah terkumpul. Begitulah kurang lebih. 

So... Nggak jadi curhat masalah cinta sama kerjaan lagi hahahaha!

Cheers!