Saturday, April 1, 2023

90 days that changes my life

Well well, how's life guys?
Setelah akhir tahun lalu menulis tentang 2021 akankah ku menceritakan tahun 2022 ku?
Masih ber-mellow ria dengan backsound Canon in D yang jadi soundtrack hidup aku selama 2022, di siang bolong ini akhirnya bisa menyempatkan nyalain komputernya Miftah buat ngeblog lagi. Setelah bisa mencerna semua kejadian yang saya alami dalam waktu singkat kemarin. 

Tarik nafas dulu boleh dong ya... Bismillah.

Dear me, thank you for being strong...
Singkat cerita, setelah pindah ke kantor pusat dengan load pekerjaan yang tidak seberat di proyek, qodarullah atas izin Allah saya hamil. MasyaAllah, Allah meridhoi jalanku setelah semua yang saya lalui tahun-tahun sebelumnya. Di bulan Juli, 7 bulan setelah kepindahan saya ke kantor pusat dan menjalani serangkaian test kesehatan saya dan miftah, olahraga, berenang, perbaikan gizi dan mencoba metode bekam, akhirnya mulai berasa gak enak badan, minum tolak angin dan besokannya puasa.

Sorenya pulang kantor habis buka nekat test pack, alhamdulillah garis 2. First time first ngabarin Mama duluan, karena Miftah udah feeling pasti hamil. Setelah tau hasil test pack, kami memutuskan kehamilan kali ini akan di kontrol oleh Dokter Yuditia Purwosunu. Mungkin di postingan yang lain saya ceritakan detail kehamilan saya kali ya... 




1 Januari 2023
Diawali dengan suara kembang api dari jendela RS Kasih Ibu Solo, saya, Miftah dan Arif memilih membawa mama ke RS karena sejak 25 Desember kondisinya menurun. Dengan usia kehamilan 26-27 mingguan saya memutuskan ke Solo untuk menunggui saat-saat terakhir mama. 
Mama survival kanker payudara sejak akhir 2021 dan sudah menjalani serangkaian operasi dan kemoterapi. Kondisi Mama menurun sejak pulang dari Jakarta Oktober 2022, saat itu divonis metastasis ke tulang belakang dan ke hati. 

Metastatis, mendengar kata itu hati langsung hancur seketika. Cuma bisa pasrah. Bertanya-tanya kenapa harus terulang lagi cerita yang dialami papa 10 tahun lalu. 

Mama ngga mau dibawa ke Jakarta. Kondisi saya kurang maksimal untuk merawat Mama karena saya sudah hamil besar. Mau ngga mau nyiapin mental apapun yang terjadi pada mama, dan terus berdoa semoga diberikan yang terbaik. Apapun yang terjadi, harus menyiapkan diri. Tapi sesiap-siapnya hati dan mental, sampai sekarangpun saya masih nangis tiap inget mama. 

Sampai akhirnya tanggal 9 Januari dini hari mama tutup usia.  Alfatehah untuk Mama. Semoga husnul khotimah. Saya bukan anak yang sempurna, Ma, tapi Mama tahu, saya selalu berusaha keras agar Mama bahagia. Terima kasih sudah percaya bahwa saya akan bisa menjalani hidup saya di kemudian hari. 

Al-Fatehah Papa Mama



29 Januari 2023
Dengan segala drama yang ada, sebelum Mama tutup usia, kami sempat menyiapkan pernikahan Arif. Yang tadinya direncakanan Oktober 2023, jadi maju di tanggal 29 Januari. Kondisi Mama yang tidak memungkinkan, pihak keluarga meminta dimajukan selagi mama masih ada. Tapi kami tetap memilih akad dilaksanakan sesuai tanggal kesepakatan tgl 29 Januari. Karena Mama pun juga sudah setuju dengan tanggal itu. Alhamdulillah akhirnya Arif dan Aulia resmi menikah tanggal 29 Januari dengan khidmat, lancar, dan hanya dihadiri keluarga besar. Suasanya cukup intim dan sakral. Masya Allah. Semoga sakinah mawadah warahmah. Semoga kita selalu rukun seperti nasehat terakhir Mama ya.  




14 Februari 
Ketuban saya pecah setelah solat magrib, 
Kondisi saya sejak di Solo sudah tidak bisa jalan karena mengalami simfiolisis/simfis pubis, kemana-mana pakai kursi roda. Tidur sakit, duduk sakit, berdiri pun sakit. Ke kamar mandi sakit juga sampe ngesot ngesot haha. Mungkin Allah mempercepat proses kelahiran untuk meringakan beban.. ngga kebayang kalau lahiran sesuai HPL, kudu nahan sakit sebulan setengah lagi. Karena bener-bener ngga bisa ngapa-ngapain jadi harus bedrest emang sih... 
Sampai rumah sakit, menjalani segala macam proses, harus diobservasi 2x24 jam dan pematangan paru. 

16 Februari 19.40 
Zaydan Ahmad Maliki lahir dengan selamat usia 34 minggu. MasyaAllah. 
Zaydan artinya grow. Bertumbuh di perut mama selama 8 bulan dan semoga kelak bertumbuh menjadi pemimpin yang mulia seperti Nabi Muhammad. Kira-kira begitu doa kami untukmu, Nak. 






19 Maret
Miftah pindah tugas ke Proyek Kediri. Rada shock kenapa tetiba pindah ke luar kota dan pindah divisi pula. Yasudah kita ikutin skenario Allah ini. Semoga memang ada hikmah dibaliknya. 

30 Maret
MasyaAllah, serangkaian program ASI yang dijalani penuh air mata, akhirnya membuahkan hasil. Setelah drama Zaydan ngga bisa nenen dari lahir, harus ke bidan laktasi untuk proses relaktasi, sampai akhirnya ternyata ada tongue tie dan lip tie, Zaydan harus di frenotomi agar menyusunya lancar. Doakan kami agar bisa sampai 2 tahun proses menyusui yaa... Ini rencana saya mau buat pos khusus tentang menyusui nanti. 


90 days that change my life, dalam waktu yang sesingkat ini, saya dihadapkan dengan 3 takdir yang Allah sudah gariskan. 

Kelahiran. Jodoh. Kematian. 
Adalah tiga hal yang sudah pasti akan kita semua lalui di dunia ini. Hal ini mungkin menjadi pengingat sepanjang sisa hidup saya, bahwa kita cuma manusia biasa yang tidak bisa melawan takdir, yang takdirnya sudah digariskan, yang hanya bisa menjalani ketetapan-Nya. Self reminder keras untuk diri saya, walaupun se well-planned apapun saya, se perfeksionis apapun saya ini tetap manusia biasa yang cuma bisa menjalani skenario Allah Yang Maha Mengetahui. AllahuAkbar.... 


Dear Mama

Note to my self.. 
Dear diriku, yang sudah menyandang nama Mama Zaydan.. 
Tolong nikmatilah setiap moment yang ada dihidup ini, apapun itu, agar menjadi orang yang "berisi" orang yang hangat, orang yang menghargai proses, orang yang ikhlas, sabar dan semakin kuat. 


Dear Papa

Dear Papa Miftah, terima kasih sudah menjadi supporter terhebat, terbijaksana, tersabar. Terima kasih sudah menjadi pilot kita berdua. Terima kasih sudah memberikan segala macam kenyamanan dan selalu menjadi rumah untuk kita berdua. We love you so much. 


Dear Zaydan

Dear Zaydan, suatu hari jika kamu sudah bisa membaca, Mama Papa love you so much. Setelah apa yang mama lalui selama 30 tahun dan melahirkan mu, Mama ingin memberikan semua yang terbaik untukmu. Sebagai pengingatmu, Nak, hidup ini singkat, jadikanlah hidupmu bermakna dan bermanfaat. Nikmatilah setiap masa tumbuh kembangmu, nikmati setiap proses perjalanan hidupmu. 


While listening to: 
Canon in D 24 hours. 

Friday, December 2, 2022

2021, dedicated post for myself

Sudah hampir memasuki penghujung 2022, tapi malah pengen bikin tulisan untuk 2021 ku yang indah. Jadi tulisan ini pengen bikin appreciate untuk saya sendiri, karena telah mampu memilih sebuah keputusan besar. 

Bukan untuk menyombong, blog ini hanyalah diary yang mungkin nanti akan berguna untuk diri saya sendiri, atau keluarga saya tentang perjalanan hidup atau pencapaian hidup atau pelajaran hidup. 

One day in Sentul


2021

Setelah cerita akhir 2019 yang sedih, akhirnya di awal tahun 2021 saya memutuskan untuk mengajukan surat pengajuan mutasi pindah ke kantor pusat. Ketika itu saya baru 1 tahun menikah dan mengalami 2x operasi kuretase.

Keputusan mengajukan surat mutasi ini sangat amat berat apalagi ketika itu pikiran saya  masih kalut. Jadi modal nekat tanpa pikir panjang yang penting berusaha ajukan dulu. Antara yakin tidak meninggalkan jabatan dan karir yang sudah menjadi achievement saya. Dan of course menjadi kebanggaan mama dan keluarga besar. Masih setengah ragu untuk saya meninggalkan jabatan saya di sana. Sedih banget rasanya sih.

Dengan masih campuraduk akhirnya memberanikan step demi step mengambil langkah persiapan kalau akhirnya jadi pindah ke pusat. Yang paling berat kedua adalah, membatalkan cicilan rumah di Bogor. Hahaha. Yasudah. Mungkin belum rejeki sih kalau itu. 

Setelah menunggu sebulan, singkat cerita dan nanaina, surat pengajuan mutasi saya di tolak. Nggak tau antara sedih atau seneng, antara masih dibutuhkan di Sentul atau memang belum ada kandidat pengganti. 

Dari situ mulai berpikir, mungkin 2021 adalah waktu untuk benar-benar memaksimalkan karir saya disana. Dan mungkin waktu break dari berbagai program hamil dan waktunya bersenang-senang mungkin. 


Suasana ini ngangenin sih, bisa bikin happy atau mellow


2021

Yang saya ingat, saya bekerja seperti biasa, menyetir Sentul - Pondok Kelapa setiap hari, selalu berangkat jam 6.15 atau paling telat 6.30 sehingga sampai kantor bisa jam 7.00. Sungguh pegawai teladan kayaknya. Tapi tujuannya adalah mendisiplinkan diri sendiri dan semua orang kantor terutama tim dibawha saya. Dan bisa pulang jam 16.00. 

Sabtu selalu masuk jam 6.30 untuk briefing tim, lalu mlipir ke Pasar Bersih Sentul buat belanja. Sampai rumah masak-masak nunggu Miftah pulang. 

Mungkin menurut kalian melelahkan, tapi saya enjoy... sampai akhirnya... 

Bersyukur banget pernah terlibat project dari tanah kosong, sampai jadi indah begini

2021

Dengan berbagai drama kantor dan beban kerja, akhirnya memutuskan untuk healing ala Kiky. Mencari pelarian dengan melukis lagi, upgrade berbagai tools baru, beli cat air, beli kuas baru, crayon, sampai beli meja dan kursi khusus buat gambar. Melayout spot di rumah khusus buat nggambar dengan berbagai asesorisnya sampai beli ipad baru. Demi agar waras secara mental. Alhamdulillah Miftah selalu support apapun untuk kesehatan mental dan kesehatan fisik saya. 

Lalu rajin pos drawing journey saya di instagram. Terima kasih diriku sudah sekuat itu. Kadang suka amazed sendiri, kok bisa ya aku :')

Small spaces that means a lot to me

Watercolor Landscape

Procreate

31 Desember 2021

Setelah sebulan sebelumnya, dengan keputusan yang sangat amat berat lagi seperti awal tahun, saya memutuskan untuk kembali mengajukan mutasi ke pusat. Dan alhamdulillah wasyukurilah atas izin Allah akhirnya di approve. 

Seneng campur sedih. Seneng karena akhirnya memang jalan yang saya dan Miftah inginkan terwujud. Sedih karena lagi-lagi meninggalkan project tempat tumbuh dan belajar saya selama 5 tahun. Meninggalkan segala macam perjuangan disana. Merelakan karir demi keluarga ternyata seberat itu ya. Saya nggak pernah nyangka bakal ngamalin secepat itu sih, saya pikir saya akan tetep menjadi wanita karir sampai umur 35 an tahun. Hahaha!  

Pesan dari Project Director saya,"family is priority", itu membuat saya lega. 

Sampai sini akhir perjalanan 2021 saya yang mengharukan MasyaAllah. Terus nulis sambil nangis sih ini. 

4 Januari 2022

Farewell Tim Sales & Marketing




Farewell with All Team, see you on top!

Farewell dengan tim Sentul. Sebelum berangkat mellow banget, ngechat 1-1 personal mereka. Say good bye. Of course dari bangun tidur nangis. Nyesek banget rasanya harus pergi. Separah itu sedihnya sampe sekarang masih inget. But life must go on dong. 


Terima kasih sudah menerima segala kekurangan saya dan menjadi partner berjuang selama 5 tahun terakhir. 

 bonus foto nangis nyesek kejer sebelum berangkat farewell hahaha!

berangkat ke kantor Sentul for the last time mata sembab abis mewek

Untuk 2021 terima kasih ya sudah memberikan memori indah bersama bunga-bunga yang ku gambar agar positive vibes. Untuk diriku, terima kasih sudah kuat dan ikhlas. *selflove.  Untuk kalian yang membaca, terima kasih sudah mensupport saya. 

Mungkin someday saya ingin berkarir lagi, atau malah tidak sama sekali mau mengurus suami dan anak-anak aja. Nggak tau sih. Semoga Allah selalu menunjukkan jalan ya. 




I'll be there someday I can go the distance
I will find my way if I can be strong
I know every mile will be worth my while
When I go the distance I'll be right where I belong

And I won't look back, I can go the distance
And I'll stay on track, no I won't accept defeat
It's an uphill slope
But I won't loose hope, 'till I go the distance
And my journey is complete


Go the Disstance from Hercules
Akhirnya soundtrack ini bisa dipake buat #sountrackhidupaku

Thursday, October 8, 2020

After a year

Of course I have a lot of story to tell you my dear. Setahun saya tenggelam dalam dunia yang oh so wonderfull yet so s*cks (but first, alhamdulillah). 

No no, saya tidak akan menceritakan tentang pernikahan. But.... Mungkin sekilas saja, I married my bestfriend almost a year ago on November 24th 2019. It was just like a normal Javanese wedding haha. Don't care what the wedding but I do care a lot about marriage. Saya jadi seorang istri sekarang. Dan masih bekerja. Kata suami, kita keluarga tercapek sedunia karena saya masih di Sentul, suami di BSD, dan kami tinggal di Duren Sawit. Imagine that. But first, always say alhamdulillah. We have wonderful journey! 

Semenjak menikah, saya keguguran 2x but hey, I don't wanna talk about this, too. Karena ilmu saya sangat kurang tentang kehamilan dan keguguran. Dan menceritakan pengalaman akan menjadi sangat panjang. Intinya, di kehamilan pertama saat awal pandemi di bulan Maret, dan kehamilan kedua di bulan September dan saya baru siang tadi melakukan kuretase. 

Jadi, kenapa saya memutuskan untuk menulis setelah kuret adalah saya habis ngobrol sama suami dan bikin thread di twitter. 



Sudah setahun sejak tulisan terakhir saya buat untuk blog ini, kikysway, my dear blog, my dear dream, my dear story. Saya kangen. Bukan kangen blog nya, saya kangen karena sudah lama tidak begadang, mengajak ngobrol dengan diri sendiri, menemukan pikiran-pikiran, bertanya apakah saya sedang baik-baik saja, atau sedang happy atau apa. 

Jujur memang sejak kerja, saya benar-benar tidak punya waktu untuk menulis. Mungkin ada sepulang kantor, tapi prefer untuk tidur, istirahat atau netflix. Chill. Makin kesini pula pikiran saya memang hanya kerjaan kerjaan dan kerjaaan. Oh ya, saya sudah hampir 4 tahun jadi pegawai sejak 2017! Cheers! Haha!

Banyak tulisan di blog ini dari hasil ngobrol dengan diri sendiri. Beberapa tahun, saya melupakan kegiatan ini, lalu jadi lupa pada diri. Melupakan kalau saya ini punya ruh yang harus diajak ngobrol juga biar tetep waras menghadapai kenyataan di dunia profesi. Kadang ngobrol dengan diri sendiri, mengasihani, memaafkan, instropeksi, mendengarkan, mencari solusi bisa bikin emosi kita dan mental kita lebih stabil, untuk saya ya. Mungkin cara saya mengenal diri sendiri dan memahami diri sendiri memang dari diam dan instropeksi ini.  

Dari sini mungkin kita jadi lebih bisa menerima kekurangan, kelebihan dan tidak lupa jati diri sendiri yang paling penting. Kita jadi lebih tau siapa diri kita sebenarnya dan untuk apa tujian kita ada disini. 

So, a lot of story to tell. Ups and downs. 

Mungkin I lost myself. Sedih nggak sih, gimana bisa ceritanya bisa lost myself. Bukan menyalahkan, tapi bisa jadi pekerjaan kantor, jabatan, tetebengek kantor lain bikin kita suka sibuk sendiri. Sampe lupa kalau saya ini seorang istri, dan sampai keguguran 2x. I don't blame myself. I learned it from myself :')

Jadi ngobrol sama diri sendiri, mungkin adalah cara Allah menyadarkan sebagian makhluknya untuk instropeksi setiap kejadian yang diterima. Semua pasti ada hikmahnya. Bismillah, to the next BETTER chapter Insyallah. 



Photo : Cemoro Sewu
While listening to Forget Jakarta - Adhitya Sofyan

Tuesday, October 29, 2019

How to love your job in easy ways

Dear my lovely blog and hello my silent reader anywhere!


Tetiba the song inside my head screaming to write about job. Bulan demi bulan terlewati hanya dengan berangan-angan ingin menulis cerita, tapi bingung mau nulis apa dan berujung di draft yang isinya sebatas judul dan sebuah kalimat pembuka.

Saya rindu dengan blog ini yang biasa saya tulis tentang sharing kehidupan, cerita ringan, curhat, dan fiksi. Saya rindu membuat template dan header blog baru yang dari dulu berakhir menjadi sebatas konsep.

Hidup dewasa ini bikin saya ups and downs dalam berbagai macam situasi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Apakah quarter life crisis ini belum berakhir?

Banyak hal yang pada akhirnya menyadarkan saya kembali tentang arti kehidupan... sebanyak itu, sampai akhirnya saya putuskan untuk sharing tentang bagaimana mencintai pekerjaan.

I love my job, tapi terkadang, saya mebencinya ketika saya kehilangan arah. Manusiawi. Lalu kembali menemukan jalan, lalu tersesat lagi, kemudian bahagia sebentar, dan jatuh lagi. Dan berulang. Roda selalu berputar bukan?

Pegatina «No te detengas» de barlena | Redbubble
source : pinterest

Ada yang pernah bilang pada saya, "Jangan bekerja pada siapapun, bekerjalah pada profesi kamu." Dan itu cukup membuat saya kembali merenung. Benar juga, ketika diposisi pegawai dan kita bekerja pada atasan, ketika mereka pergi kita akan kehilangan arah. Ketika kita bekerja dan menyelami profesi dan posisi kita, bekerja dengan siapapun kita akan tetap mampu berdiri tegak.

Menyadari itu, pekerjaan, apapun itu pasti membuat kita merasa happy dan terkadang down. Bahkan putus asa. There's no perfect job, selain kita sendiri yang membuatnya.
Untuk saya, saya mencoba bekerja sesuai dengan hal-hal yang saya sukai, mengenal taste diri sendiri, mengenal mau diri sendiri, menikmati dan selalu berdoa.

1. Motivasi
Selalu kembali ke cita-cita dan mimpi, kenapa harus bekerja, tujuan apa yang ingin dicapai. Baik untuk aktualisasi diri, hingga tujuan financial. Untuk saya, selain karena tuntutan hidup, tapi ada target dalam diri saya yang ingin saya capai. Dan saya sadar, keinginan itu tidak bisa dicapai dengan hanya sekedar berangkat kerja-pulang-gajian dan berulang.

2. Challenge
Selalu menantang diri sendiri, setelah belajar A harus belajar B. Karena saya ingin memahami H yang berguna di masa depan saya sendiri. Jadi paling tidak saya harus menguasai A, B, C dan D. Kira-kira tujuan kita di depan sana yang membuat kita selalu merasa butuh tantangan untuk mencapainya.
Kalau kalian belum menemukan, coba kembali di point pertama, motivasi, apa motivasi kalian bekerja disitu?

3. Do what you like
Pasti ada hal-hal yang kita suka, ada hal yang tidak kita suka. Percayalah pada diri sendiri bahwa dengan cara yang kita sukai pekerjaan itu akan terasa ringan. Tidak melulu cara atasan mencapai goals itu sesuai dengan yang kita mau. Kita bisa mencoba cari alternatif lain dari hal yang kita sukai atau enjoy melakukannya untuk mencapai goals tersebut. Meskipun itu sebuah hal kecil menurut kita. Terkadang bisa bermanfaat untuk orang lain.

Seribu jalan menuju Roma. Ketika harus achieve target penjualan dan harus galak ke team, saya memilih untuk mendengarkan curhatan mereka dibanding harus memarahi mereka. Tapi dari situ, saya bisa mendapat ide-ide baru.

Ketika saya sedang pusing dengan angka-angka dan target billboard yang tak kunjung usai, saya memilih membantu mengedit foto dari pada hanya sekedar menyuruh. It's a pleasure. Pertama, saya senang melakukannya, kedua, saya bisa mentransfer ilmu.

4. Believe that you're cool!
Percayalah bahwa setiap manusia itu punya potensi yang berbeda-beda. Semuanya unik tinggal kita percaya bahwa diri kita spesial. Dan berada di posisi kamu sekarang adalah sebuah anugerah yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Note to myself, selalu percaya bahwa kita unik dengan cara kita sendiri dan kita mampu untuk itu.


Cheers!

while listening to 
Whitney Houston - When You Believe

Tuesday, August 20, 2019

this is not a story when a girl meets a boy #4





Seperti logika dan rasa, walau berbeda namun selalu menyeimbangkan. Berlebihan oleh rasa tapi tak diimbangi logika membunuhmu. Terlalu banyak berpikir logis tanpa diimbangi rasa percaya akan menjerumuskanmu.

Ketika keseimbangan telah tercapai, bagai hitam dan putih yang membentuk Yin dan Yang. Menjadi satu bulat sempurna. Dan satu dari puluhan mimpi itu sedang diperjuangkan. Semoga waktunya segera tiba.

Should come back?

Monday, October 22, 2018

Learning by doing, learning without wings

02 - 10 - 2017 

Pemimpin yang baik adalah dia yang mengerti kapasitas setiap peluru sehingga bisa mengoptimalkan senapannya. I guess.

Saya menulis ingin menulis sedikit tentang potensi, job description, profesional dan loyalitas.

Delapan bulan belakangan saya menyelami apa arti kata-kata diatas. Bagi saya, tidak mudah menilai sebuah kata dan mengertinya hanya dengan sebatas membaca. Saya menyelami sendiri kata-kata diatas yang menjadi kegiatan saya sehari-hari.

Job desc erat kaitannya dengan profesionalitas. Dan potensi adalah sebuah anugrah yang diberikan Tuhan kepada makhluknya. Sedangkan loyalitas adalah bagaimana potensi yang kau punya dapat kau berikan secara iklas untuk kepentingan tertentu, tanpa pamrih, menurut saya.

Ada cerita dimana sebuah kelompok mempunyai anggota sedikit, namun diantara mereka tidak ada yang potensinya buruk. Walaupun job desc nya tidak jelas, tapi mereka loyal kepada kelompok tersebut. Sehingga jam kerja yang kadang overtime malah jadi mengurangi nilai profesionalitas mereka. Tapi apakah itu buruk? Toh selama mereka enjoy dan menghasilkan suatu hal yang maksimal, it's fine. Mereka fun-fun aja.

Ada cerita lagi, dimana sebuah kelompok mempunyai anggota yang komplit, namun hanya beberapa dari mereka yang berpotensi bagus. Jobdescnya masih belum jelas karena mereka kelompok baru, mungkin itu berpengaruh pada loyalitas mereka kepada kelompok juga. Sehingga terlihat kurang profesional dalam hal bekerja sama. Namun setiap tugas yang diberikan selalu selesai walaupun masih ada kekurangan sana-sini. Apakah itu buruk? Well, ini tidak bisa dibandingkan dengan kelompok yang pertama tadi.

Banyak hal yang terjadi di dunia. Makin dewasa, penilaian suatu hal akan baik dan buruk semakin blur. Semua tergantung berdasarkan presepsi individu. Saya pribadi ingin ditempatkan di kelompok yang pertama. Namun akan sangat bersyukur ketika ditempatkan di kelompok yang kedua. Kenapa?

Terjebak di rutinitas proyek memang belum pernah saya bayangkan sebelumnya. But well, tim proyek saya adalah tim kedua tadi. And it's getting worst when we have no manager. Yeaaaah! Horor gak sih. Jadi, sumber daya yang dimiliki kocar-kacir nggak ada yang kontrol. Dan saya sebagai anak bawang yang masih belajar marketing jadi tahu sekali bagaimana marketing proyek ini berjalan. Saya belajar membuat strategi, controling, descicion maker, leadership,dan branding. Selain itu belajar bagaimana menghargai orang lain, orang tua, menahan emosi, sabar, lebih kreatif, menghadapi orang marah, menghadapi celotehan, mendengar keluhan, berani salah dan seterusnya. Itu yang bikin saya bersyukur.

I have no life for about 8 months. I mean, my life before this crazy routine. Rutinitas saya adalah bangun-mandi-ngantor-pulang malem-tidur-repeat. I have no life, sekali lagi. Saya merindukan masa-masa goler-goler atau main cat air. But hey, I got a looooot stuffs to learn. I do love my job, I work in a dream, yang kadang-kadang juga bikin saya stress setengah mati.

Tulisan saja jadi panjang lebar padahal isinya mau curhat.

So, karena saya tidak punya manager, berarti saya harus belajar menerima tantangan, berani disalah-salahin, berani belajar hal baru, dan be strong lah. Yang pasti pelajaran yang saya dapat ini adalah

Jangan terpengaruh yang lingkungan buruk. Be yourself. Karena seorang pemenang adalah dia yangn bisa bisa menahan diri dari pengaruh lingkungan negatif.


Terjebak dirutinitas proyek memang belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Literally crazy.Dan kalau saya berhasil menahan diri dari tangisan, artinya saya siap untuk jadi to the next level.


Sunday, May 27, 2018

Be a girl with mind

Hello there! Setelah menyampah serapah di twitter waktu itu, akhirnya saya sempet nulis blog yang isinya bukan umpatan melainkan lebih ke sharing.

It's been more than 1 year I've been living in a mess. Then finally I choose to leave. Dengan segala emosi yang ada, keputusan, dengan berdaulah mau fokus beribadah, akhirnya saya pilih pergi. Bye messy mess!

Kerja di proyek means semua fasilitas untuk hidup akan disediakan oleh kantor. Di proyek saya, diberikan masing-masing 1 rumah untuk pekerja pria dan wanita. Dan saya termasuk pekerja wanita yang tinggal dalam mess. Tapi as you know me, saya bukan tipe orang yang bisa sharing kamar dengan orang karena:
  1. Yes! I am a introvert person, I need my personal space and personal time after meet a loooooottttt of people in the office. Sangat melelahkan dan butuh ngecharge energi semalaman untuk membuat mood baik lagi,
  2. I hate meet the same people in my whole time. Eneg gitu rasanya. Bangun tidur sampe tidur lagi ketemunya mereka. Gila sih ini. Entah gimana kalo nikah nanti. 
  3. I was a Cinderella living with the step mother and two sisters. Memang ga semua bagian mess saya bersihkan, tapi please dong, kamar mandi sama dapur kan pake semua. Masak gue doang yang bersihin?? 
  4. I can't be productive. I miss my hobby, watercolour, and my messy desk aaaaaakkkkk. 
  5. Saya nggak nyaman dengan orang-orang disana. Semua harus bareng-bareng (pergi-pulang bareng, sampe ngambil laundryan harus bareng-bareng juga, mau kemana juga bareng-bareng) 
  6. Mengurangi rasa profesionalitas. Dmn I hate it. 
Segitu curhatan saya yang mewakili twit sampah saya kala itu. Ya kalo di blog sih masih disaring-saring mau nyampah juga. Kalau di twitter masih gak kontrol emosi haha!

source: pinterest


Jadi ya kenapa saya milih judul be a girl with mind karena.... dari kecil saya sudah diajarin sama Papa saya, "Perempuan itu yang paling penting punya iner beauty. Ketika kamu punya itu, kamu bakalan dapet yang terbaik yang ada di dunia." he said like a king to her princess sambil makein tiara (oke ini lebay). Sejak saat itu saya mencari-cari seperti apa bentuk inner beauty itu. Proses pencarian dimulai sejak itu. Dan sampai sekarang, entah sudah ketemu apa belum inner beauty saya. Tapi masih terus nyari.

Apalah gunanya perempuan yang tampil super oke di depan khalayak kalo sikapnya malesan. Apalah gunanya baju di setrika sampe klimis tapi baju yang lain dibiarin amburadul menuhin karpet ruang tamu. Apalah gunanya pake 10 step korean skin care kalau bersihin kamar mandi which is itu tempat yang buat ngebersihin badan aja gak mau. 
Apalah gunanya sok ngomong oke sana-sini tapi tiap pulang ke rumah langsung telponan ama pacar tanpa ganti baju dulu. Apalah gunanya sok-sok masakin bekal buat pacar kalau buang sampah makanan dari dapur ke tong sampah depan aja nggak mau. Situ princess atau step sister hayooo?

dokumentasi pribadi sebelum buka bersama

For me, perempuan berkelas itu yang mandiri, tangguh, smart, banyak wawasan, punya pendirian, have a good personal behaviour, nice grooming, bisa menempatkan diri dimanapun, tahu posisiya, like a skyscraper, like a skyscraper (malah nyanyi).

Cukup sekian curhatan kali ini. Bagi kalian para wanita yang mungkin tersinggung dengan pos saya sih nggak masalah. Karena saya dibesarkan oleh didikan serba mandiri, jadi ya beginilah pola pikir saya. 


Xoxo, 
Kiky



Wednesday, April 18, 2018

JOGJA





Jogja,
terkomposisi mimpi dan kenangan
tertulis nyanyian dan harapan
tercium cita dan cinta
terhanyut aku akan nostalgia

15 April 2018

Wednesday, February 14, 2018

Got Lost

My routine:
Wake up in the moring, go to work, confuse what to do, a lot things to do, and then doing nothing. I don't know how to start, or how to learn.

I went to bookstore, I bought them, I read them, about this job. Then whooze! Dissapearing. 
The book had so many great idea, innovation, give me more knowledge, and guidding me (supposed to be).  
But how to implement them to my project? How's the impact of the book i've read to company, especially to myself. 
Is it usefull? or not?

On the way to city, after rain, gloomy evening.

I got lost
I lost of the meaning of why I do this? for everyday in my messy and dusty desk.
That question  often whispered in my ear by someone I don't know. 
But the answer because has no continouity.
I have no right answer except I was paid for this or I am a permanent employee.
And the other reason is I would say "this is my passion" but I have no desire to say it. Repeat, I have no desire to say it. D*mn!

I need to deeply see why the reason of doing something. Deep and deep. 
Maybe for some people is not important. But I am a feeling person. I have to have a big reason of doing something, and also the purpose.  
Well. Maybe some people say that you waste your time of thinking unimportant thing, just do it because you've paid for your job.

I am not that kind of people, I am a feeling person and it almost 100%. I need know what's the meaning of life, or whatever is it. I still looking for all the reason why I was here. Even I know, that the answer is always on behind. I mean after this is all over. Or when I passed this step or something. 

When you feel like me, don't forget to what a human have to do.
Ikhtiar. Be grateful. 

Monday, January 22, 2018

Seperempat Abad

Dear, universe,
Terima kasih telah memberikan 25 tahun yang luar biasa!

 So, happy birthday for me dulu lah yang udah seperempat abad.

Dulu resolusi pas ulang tahun ke empat adalah: tahun depan gue mau ngerayain jomblo perak pokoknya. Dan konyolnya nggak terjadi. Padahal kalo beneran, saya mungkin lagi jalan-jalan ke Hogwarts.

Ya tapi, 25 tahun nggak sekedar tentang status jomblo atau nggak sih. Setahun penuh kayaknya saya nggak punya hidup lain selain marketing, proyek, lrt city dan adhi, yang menurut saya jauh lebih berkesan dari pada jalan-jalan ke Hogwarts (boong ding, tetep masih pengen).

Dan momen ulang tahun adalah hal yang biasa saja menurut saya. Tapi terima kasih untuk teman-teman seproyek seperjuangan panas-panasan di proyek yang tak ber AC selama setahun udah mau ngasih surprizeeee. Hail Sentul!

My LRT City team

Tapi ada yang membuat saya sedih setengah mampus di awal usia ke 25 ini dan menurut saya parah banget.

Saya tidak punya waktu untuk teman-teman dan keluarga, dan hobi juga. Semua waktu tersita di proyek. Entah saya yang salah, atau memang takdirnya begitu.
Terlebih sedih lagi adalah ketika saya telat tahu kalau si Rahmi mau menikah akhir Maret ini. Jadi ceritanya, si Rahmi ini mau kasih kabar langsung ke saya, tapi apalah daya, jadwal kami selalu tak pernah berjodoh. Setelah Eta, Sri, Ijah tahu, saya baru tahu belakangan karena dapet kode dari Eta. Demi apaaaaa.... Akhirnya nelpon Rahmi sambil minta maaf, terus malemnya nelpon Ijah sambil nangis.

Momen ini mak jleb-jleb bikin saya nangis dan menyadari kalau hidup tak sekedar cuma urusan kantor atau proyek. Hellowww, Kiky! Get a life dong! Kamu kemanakan sih hobi kamu, keluarga kamu sama temen-temen kamu? Kamu kemanakan blog ini? Kamu kemanakan cita-cita kamu yang lain?

But well, apa yang terjadi setahun belakangan saya pilih sebagai pelajaran saja. Tidak perlu disesali dan tetap bersyukur. Tapi saya punya resolusi buat get a life. Kembali ke dunia yang lama. Banyakin jalan-jalan. 

Oh take me back to the start~


while listening to
The Scientist - Coldplay

Friday, January 5, 2018

a present

Present adalah sebuah kata yang berarti hadiah yang tampak secara kongkrit. Entah apakah kata present atau gift yang cocok untuk menggambarkan 2017 kemarin ini, tapi anggaplah hadiah-hadiah yang diberikan kepada saya adalah kongkrit.

Alhamdulillah 2017 yang luar biasa. Singkat cerita setahun kemarin saya resmi bekerja di perusahaan BUMN dan hampir seluruh waktu dihabiskan memikirkan proyek. Tiga bulan terakhir dipenuhi rutinitas event kawasan yang membuat saya akhirnya jenuh sampai ke penghujung tahun. Dan di akhir tahun ini saya memilih bertemu dengan SDM untuk konsultasi.

Jadi grafik semangat diawal tahun masih tinggi dan makin ke belakang makin turun.  Agak sedikit sesuai dengan hasil test kreaplin waktu itu. Saya menyadari bahwa makin kesini  mereasa makin introvert. Kehidupan proyek ini membuat tidak punya me time, karena pagi-siang-malam-sampai pagi lagi, saya bertemu dengan orang-orang yang sama dan membuat sangat lelah, dan jeuh. Saya kadang harus pergi sendiri, entah belanja atau nonton sendiri demi memulihkan energi. Entahlah kenapa gini amat -_-"


Diawal tahun ini ada beberapa hal yang telah saya renungi. Setelah sebelumnya akhirnya sharing dengan atasan saya tentang karir, kejenuhan, semangat, cita-cita, jobdesc dan tentu saja marketing. Sedikit mendapat pencerahan dan semangat baru, saya berdoa di tahun ini saya dapat menjalankan kewajiban dan tanggung jawab saya sebaik mungkin. Mengingat saya sudah bukan seorang anak MT, melainkan sudah menyandang status pegawai tetap, karir di depan sudah menunggu insan-insan yang siap duluan menyandang jabatan.

Down, sebagai pegawai baru setahun memang wajar menurut saya. Tapi bukan berarti jalan sudah berhenti disitu. Ada kalanya kita down karena jenuh akan rutinitas, itu yang dirasakan. Ada kalanya saya down karena "kok gue ngerjainnya gini-gini aja sih? kalo gini doang mah gak butuh arsitek." sesombong itu saya. But well, ketika kamu bisa mikir seperti itu, sebenernya bukan berbarti kamu sombong. Tentang apa yang kita rasakan, kita sendiri yang paling paham. Mungkin disisi lain, kita memang sudah benar-benar memahami tugas kita dan pantas untuk mengerjakan sesuatu yang lebih dari itu. Seperti sekolah, ketika kamu sudah menguasai pelajaran kelas 1, kita akan naik kelas 2. Dan seterusnya. That's what we call: kompetensi.

Gila kayaknya gue lebih cocok jadi SDM dibanding marketing. (amin)

Tulisan jadi bertubi-tubi padahal intinya mau mengucapkan
WELCOME TO 2018!



Royal Sentul Park - LRT City Sentul 

Monday, September 4, 2017

Personal Time

Hai there!
Sudah terlalu lama nggak mainan blogger. Apa kabar?



Home Stationary storage - Furniture Home Idea Storage and Organization on Creative Home Idea. Com
source: pinterest

Sedikit mau berbagi kabar diri saya yang sudah jauh dari kehidupan blogger dan sosial media lain.

Rutinitas dan pekerjaan sering membuat saya lupa dengan diri saya sendiri. Jam kerja full dari pagi sampai malam nonstop membuat saya lupa dengan hobi yang dulu sering saya seriusi. Ah ibu kota. Walaupun begitu, this is my dream sih, jadi saya enjoy dengan kehidupan karir ini. Efek samping terlalu 'menikmati' pekerjaan saya adalah posting di instagram hampir nggak pernah di update oleh coret-coretan watercolor lagi. Sedih ya. Jadi kayak nggak produktif sama sekali keliatannya. Padahal produktifnya di tempat lain.

Awal bermain cat air dulu adalah karena saya jenuh dengan rutinitas kuliah dan mencari pelarian. Kalau kata seseorang, ketika kamu sudah tidak mencari pelarian, berarti kamu sudah fokus dan totalitas di hal itu. Mungkin saya sudah fokus di bidang yang sekarang saya geluti.

Saya bekerja di bidang marketing. Dream come true. Semua yang saya lakukan disini adalah hobi saya. Saya suka mendesain, saya suka merencanakan, saya suka membuat plan, saya suka membuat buku, event dan banyak lagi. Saya suka suatu bidang yang dinamis, bukan ilmu pasti. Marketing mengajarkan saya banyak hal dan selalu ada hal baru untuk dipelajari.

Mungkin di awal karir memang harus menyita seluruh waktu dan tenaga. I love my job. Saya suka dinamika antara proyek - departemen - event dan semua yang berhubungan dengan pekerjaan saya.
Pekerjaan marketing menurut saya jauh dari kata membosankan (kecuali admin).

Tapi sebagai manusia kadang saya selalu butuh personal time untuk mengembangkan diri di bidang lain. Saya merindukan kuas dan cat air. Dan hari dimana saya bisa seharian mencorat-coret kertas canson. Saya rindu menggila menggambar perempuan dengan bunga di mata. Atau membuat wajah-wajah abstrak. Mencampur warna merah dan biru. Ah saya merindukan itu semua.

Tapi apalah daya, mess kantor saya tidak mendukung adanya personal time dan personal space, jadi saya tidak bisa menjadi diri saya dikala muda dulu (halah!). Pulang selalu malam dan bangun pagi selalu antri mandi. Hahaha!

Saya pikir setiap orang butuh personal time. Atau me time kalau bahasa kekinian. Masing-masing orang berbeda kebutuhan personal time nya. Bisa jadi belanja, berkumpul dengan teman, kalau saya sih cukup berdiam diri di kamar sambil cari ide atau berpikir, melukis atau membaca, yang penting: sendirian.



So, I challenge myself to make 5 watercolor pictures on this September. And I am so ready!

Saturday, July 8, 2017

hai, kamu





Terlalu klise kalo saya nulis liriknya Jason Mraz- Lucky I'm in love with my bestfriend.
Yang jelas, saya bahagia kalau Miftah ada di dekat saya. Begitulah singkatnya. 


Terima kasih, dan mari berjuang bersama :')

Thursday, March 9, 2017

Jadi Wanita Karir?


Bekasi, Maret 2017

Nyangka nggak sih bakalan merintis karir serius gini? Jawabannya enggak. Dari dulu bayangan saya adalah bekerja sebagai pengusaha yang jam kerjanya bebas. Hehehe. Tapi doa ibu emang nomer satu. Berkat doa ibu yang luar biasa dan keinginannya agar anaknya jadi pegawai BUMN, saya beneran di posisi ini sekarang. Doa ibu itu ridho Allah. Sekarang saya bener-bener percaya banget kalo ridho ibu itu ridho Allah. Alhamdulillah

Okey, sudah dua bulanan saya ikut program FGDP adhi karya (semacam MT). Dan beruntung sekali masuk ke Departemen TOD (transit oriented development). Apa itu TOD? Silakan googling, karena saya nggak mau nyeritain apa itu TOD hehehe. 

Yang pasti di TOD ini saya dan temen-temen langsung di cemplungin dan di delep-delepin atau dicelup-celupin ampe megap-megap karena syok. Beruntung lagi saya di divisi marketing. Aaaaaah... disini semua potensi dan pengalaman yang pernah saya pakai jaman kuliah dipakai semua. Dan dulu emang agak kaget sih. Dua minggu awal saya langsung disuruh tanggung jawab Open Table (pameran properti kecil, kalo kalian pernah yg jual-jual apartemen di mall. Nah itu dia) di salah satu pusat perbelanjaan di Sentul. Untungya saya pernah WEX. Untungya sudah pernah ngedekor pameran. Waktu itu kerjanya dari mulai ngelayout pameran, beli perlengkapan dekor, dan pasang pameran. Terus ngurus jadwal seragam sales, bikin kaos sales dan karena penasaran, saya sampai terjun jualan apartemen eheheheheh. Awalan yang seru kan? Menurutku sih seru. 

Next week, setelah keisengin saya membuat analisis kelebihan dan kekurangan marketing proyek saya, saya diminta persentasi ke pak General Manager TOD, disitu saya mengeluarkan uneg-uneg dan ide-ide tentang apa yang saya amati selama 2 minggu awal. Setelah di bully oleh pak GM dan Pak Kadiv (tapi gak ngerasa di bully, malah kesannya mereka memotivasi dengan cambukan gitu, haha), saya dikasih tugas explore sales, cari tahu mana yang berkualitas mana yang tidak eheheheheh. Dan ngetest sales satu-satu tanpa ketahuan ngetest itu butuh mental kuat dan muka polos, begitu ternyata :')

Itu baru awalan. Lanjut lagi, saya disuruh belajar dan baca buku marketing. So, rak buku saya penuh Hermawan Kartajaya sekarang hahaha. Pulang jam kantor baca buku. Bikin rangkuman.

Dan sejak itu banyak hal-hal baru lainnya yang seru banget buat dipelajari. Sekarang bahkan udah dikasih tanggung jawab ini itu. Berat? Entahlah. Tapi kalo dibandingin sama kuliah arsitek ya sama sih beratnya. Seru. Yang banyak dipake sih soft skill di organisasi. Kalo materi kuliahnya hmmm... bye deh bye... yang pasti mekanika tekik, matematika sama fisika bangunan walaupun nilai D nggak ngefek hihihi

Dan yang bikin bersyukur lagi adalah nggak nyangka kerja di BUMN bakalan seseru ini. Saya pikir saya bakalan di depan laptop tiap hari, ato ke ngecek proyek ato ngecek gambar DED. Alhamdulillah alhamdulillah nggak begitu... 

bonus boleh ya?

This is like... everything I wanna do come true. 

Bisnis plan, iya. Seni, iya. Aristektur, iya. Graphic design, iya. Dekor, iya. Organisasi, iya banget. Alhamdulillah lagi.

Yang saya syukuri lagi adalah...
Ketemu orang-orang berjiwa muda, idealis cukup tinggi, punya taste tinggi, inspiratif, motivatif (emang ada?). Dari Pak GM, Kadiv, Manajer Pemasaran, sampe Project Manager saya, luar biyasak semua. Nggak cuma itu sih, staff-staff senior FGDP angkatan sebelumnya juga luar biyasak keren-keren dan menginspirasi. Super banget deh :')

Alhamdulillah, dan bismillah,
Semoga nggak cepet bosen dan tanggung jawab yang diberikan ke saya dapat saya jalankan dengan sebaik-baiknya. 



note: mindboard yg sudah saya bikin, suatu hari bakal saya jalankan lagi, sementara pending dulu

xoxo!

Sunday, February 19, 2017

this is not a story when a girl meets a boy #3



"Menurut gue, nggak ada orang yang bener-bener ngedukung mimpi kita sepenuh hati."

"Hmm.. statement menarik."
"Menurut gue, semendukung apapun dia, ketika nanti kita sukses, dia akan iri, kalo kita gagal, mungkin akan ditinggalkan."
"Hmm... Statement lu bikin gue mikir....."

Entah kenapa setelah menonton drama La la land, muncul statement begitu. Mungkin termasuk statement super pribadi, dari pengalaman pribadi yang mungkin pernah terjadi pada orang lain. Or never.

Menurutmu malam itu obrolan kita masuk ke pembicaraan tingkat 3, eveluative level. Dimana kita saling bertukar opini dan pendapat. Melemparkan statement sehingga salah satu dari kita harus berpikir ulang untuk menanggapi.

Menurutku itu masuk pembicaraan tingkat 5, peak level. Karena  pembicaraan ini tentang opini yang keluar berdasarkan pengalaman dan menyangkut perasaan.

So 3rd or 5th level. It's up to you, readers. 

Sudut pandang pria dan wanita selalu berbeda. Seperti tiga dan lima, enam dan sembilan, logika dan rasa. Selalu begitu. Selalu berbeda. Selalu melengkapi, seperti logika dan rasa?

I've learned a lot from our lastest story. Even the answer is just the same. Always. Logika dan rasa. Entahlah. 

Balik ke topik mimpi, that's the truth. Bahwa tidak ada yang benar-benar mendukung mimpi kita sepenuh hati, selain hati kita. Kita berjuang sendiri. Jangan bergantung pada siapapun. Siapapun. Mimpi kita ada di hati kita (if you remember; a dream that you wish your heart makes). Jadi baik aku ataupun kamu, perjuangkan mimpi kita masing-masing sebaik-baiknya.

Mungkin belum terpikir mimpi masing-masing dari kita akan jadi mimpi kita. Tapi, satu, dari puluhan mimpi yang kita punya adalah mimpi kita. 

"Saling bantu aja..."
"Makasih, ya, baik banget sih."

So, to be remembered that this journey comes to the live lessons number 4: live the moment. Enjoy aja walau berat.


Catatan ini berlaku untuk saya yang menulis, sebagai quotes awal tahun 2017. 


Good luck!


Tuesday, January 17, 2017

From 23 to 24 y.o; it's not a journey, it's a step. Big step!

Too late to say Happy New Year 2017. But it's not that late to say happy birthday to me. Yes, I’m turning 24 today! Alhamdulillah. 

Seperti 23 tahun sebelumnya, saya memang tidak pernah merayakan ulang tahun dengan orang banyak dan heboh. Makin kesini, saya lebih menikmati pertambahan usia sendirian. Buat merenungi apa yang telah dicapai selama setahun belakangan. Begitulah saya. Melankolis. Setahun belakangan, saya baru menyadari saya bukan seorang extrovert dan bukan seorang ambivert yang dulu saya banggakan. Saya seorang introvert. Apa yang membuat saya terlihat extrovert adalah saya karena saya mau.


Rumah Akar, Kota Tua, 8 Januari 2017

Ternyata saya adalah seorang INFJ (Introvert, Instuition, Feeling, Judging) yang melankolis bergolongan darah A, tapi selalu dikira B, padahal perfeksionis namun kurang percaya diri tapi keras kepala. Nah loh. Rumit.  

Jadi, perjalanan dari 23 menuju 24 adalah: perjuangan akhir saya mendapatkan gelar Sarjana Teknik. Jatuh cinta. Sakit hati. Berjuang mendapat pekerjaan. Bergumul dengan batin dan logika. Dan berakhir dengaaaaan........ jengjengjeng awal baru: 
mendapat pekerjaan sesuai life maping yang pernah saya buat jaman ospek di Fakultas Teknik UGM tentang perjalanan saya sejak hari itu, lulus, masuk Adhi Karya dan perjalanan berikutnya. Udah dibuang sih life maping nya, tapi pas beneran diterima kerja di Adhi Karya semacam dejavu. Pas diinget, ternyata pernah bikin life maping. Alhamdulillah, berkat doa ibu. 

Menginjak 24 tahun ini banyak sekali proses dan pelajaran yang diberikan Allah untuk saya. Bobot nyaseimbang antara apes dan beruntung. Seimbang antara sedih dan bahagia. Seimbang antara sendiri dan bersama-sama. Lalu saya merasa setingkat lebih dewasa di usia ini.


So, let just say.... Bismillah for 24 to 25. Salah satu resolusi saya yang utama adalah istiqomah jadi muslimah beneran, bukan bala-bala lagi. Amin! Selain itu, saya sudah lelah dengan drama dunia dan ingin segera berlabuh. 


Quotes awal usia 23 adalah begin with one step. Buat 24 ini menurut saya adalah:

"Terima dan jalani sebaik-baiknya posisi kita masing-masing. Karena posisi kita kemarin, sekarang dan besok merupakan takdir-Nya."

Sunday, December 25, 2016

Perjalanan Hati


Senin,  12 September

Hati adalah anugerah terunik yang pernah ku terima. Dia bisa melambung tinggi, tapi kadang firasat membuatnya jatuh ke palung ketakutan yang paling dalam sekalipun. Pun ketika baru sekedar firasat.  

Selasa, 13 September

Kata orang lari bukan solusi,tapi lari adalah cara tercepat keluar dari jerat sesak hati. Bayangkan kau berada di dalam gedung yang dikepung asap, yang kau lakukan pasti mencari tangga darurat untuk keluar. Begitupula dengan hati. Dia akan butuh ruang lain untuk menyelamatkan dirinya dari rasa sesak. Agar bisa bernafas lega.  


Rabu, 14 September

Wajar saja hati berharap ketika kau menawarkan suatu yang hebat. Jika kau tak merasa hebat, tolong jangan berani-berani menawarkan sesuatu padanya. Karena dia selalu tahu bagaimana cara mengingatmu, menjagamu dan membalasmu.


Kamis, 15 September

Terkadang hal-hal yang terjadi disekitar kita memang diluar akal manusia. Terkadang logika tidak bisa dibahasakan. Namun hati selalu memberi pertanda, entah baik atau buruk. Hati selalu memberi peringatan, agar kita selalu menyiapkan diri untuk menerima berita-berita yang tak ingin di dengar. Mengingatkan untuk kita bersiap agar dikuatkan. Bahkan mungkin menyiapkan dirinya untuk menyerah. Apakah hati diciptakan sebagai tanda peringatan dariNya? Ataukah semacam alat perantara dari Sang Pencipta kepada hamba?


Jumat, 16 September

Ketidaksanggupan hati menerima beban hanya bisa disimbolkan oleh air mata. Tak ada yang tahu seberapa hancurnya, diluar hanya terlihat air yang menetes dari mata. Hati dan penciptanya yang tahu bagaimana rasa yang sebenarnya. Jangan dibayangkan, aku yakin kamu tidak sanggup. 


Sabtu, 17 September

Izinkan hatimu sejenak untuk menghirup sedikit udara bebas. Maka larilah dia ke tempat yang indah untuk memulihkannya. Sembari mendengar cerita-cerita yang menenangkan, nasehat dari sahabat dekat, atau lantunan ayat suci.


Minggu, 18 September

Hati selalu tahu bagaimana cara melepaskan, meski sebenarnya tak sanggup, tapi kenyataannya dia cukup tegar mengambil keputusan. Bukan berarti menyerah. Dia cukup dewasa dan bersahabat dengan kata ikhlas. Meskipun sebenarnya baru belajar apa arti kata ikhlas. Namun hati tak berhenti merapal doa-doa mujarab yang mampu menenangkan dirinya.


Senin, 19 September

Terkadang hati berjalan sendiri, melupakan logika. Namun pada suatu titik, hati akan mengingatnya. Mengingat apapun yang perlu diperjuangkan, yang telah diikrarkan. Titik balik hadir ketika ia telah mengingat sejauh apa jalan yang telah ia tempuh. Apakah akan maju, atau malah mundur, ketika dia lemah. Maka ketika dia menemukan kekuatan, dia terus berjalan maju. Tak perlu diingatkan orang lain, hati selalu tahu kemana harus berjalan, dia selalu tahu kemana arah tujuannya, tak peduli ada halangan di depan.  Dititik itu hati mengenal kata ikhtiar.


Jumat, 23 September

Jangan salahkan pada hati yang berharap ketika kau memberikan sesuatu yang hebat, karena dia selalu tahu cara menerima. Logikamu akan selalu dia sukai ketika bisa memenangkannya. Terlebih menenangkannya. Hati selalu mengingat apa-apa yang telah kau berikan dengan tulus. Disini dia belajar apa arti tulus. Sungguh manis. Disini pula ia belajar arti kata pasrah. 


Bogor, akhir September

Hujan di kebun raya bukan hanya mengguyur belantara pepohonan, namun juga mengguyur jiwa-jiwa yang ditimpa lara. Banyak nasehat dari para tetua yang menenangkan selayaknya hujan yang mengguyur dataran gersang. Suara hujan jatuh dan hamparan hijau rerumputan membantu hati menemukan lagi siapa dirinya.

Pun ketika nasehat yang didengar seperti “Kamu sudah di titik dimana kamu harus menyerah. Salut dengan perjuanganmu. Kalau kamu ngotot kedepan, kamu malah hanya akan jalan ditempat."

Hati yang telah menemukan lagi siapa dirinya akan terus maju dengan kekuatan yang tanpa sadar ia bangun sendiri. Hadiah paling unik ini ternyata bisa menyembuhkan dirinya ketika terluka. 





Catatan:
Naskah asli terlalu amburadul untuk di publish.
Sehingga saya singkat dan ambil kesimpulannya aja hahaha.
But, thank you Ms. NR, the only one reader of this story. 
Hope someday the reader of this blog can read this full story, too.
cheers! 

Friday, December 16, 2016

Catatan-catatan Kecil

Dear blog, 

Enam bulan belakangan rutinitas saya cuma tiduran di kasur sambil scroll-scroll sosial media. Bosen? Entahlah. Yang tadinya bosen, tapi lama-lama jadi menikmati kesempatan males-malesan ini. Ya saya bilang ini sebuah kesempatan karena saya yakin keadaan ini nggak akan selamanya. Jadi dinikmati aja. Banyak sih yang bisa dishare tentang enam bulan ini. Yaaa... kalo kata temen saya sih salah satu bagian dari 'masa-masa pelik kehidupan.' Hahahaha!

Mana dulu ya yang mau diceritakan? Proses gagal wawancara, ilmu-ilmu baru, persahabatan, cinta, jodoh, bisnis, passion, pekerjaan yang cocok, doa ibu, menikah, agama, motivasi atau apa dulu? Hmmmm..

Ohya, baru sadar akhir-akhir ini, saya memang lagi butuh motivasi karena hidup lagi asem-asemnya. Paling males sih emang buat googling kata-kata motivasi, hahaha. Nggak guna menurutku. Nontonin motivator ngomong kayaknya juga udah kebal. Apalagi akhirnya terbukti itu omongan doang walau kadang ada benernya, yaaaa cuma kalo saya sih pilih enggak deh, dari pada di doktrin sama orang ngomong. 

Lalu sudah mulai bingung mau dikemanakan langkah kaki. Sebenernya mau dikemanakan langkah kaki tuh udah ngerti. Udah ngerti tujuannya mau kemana. Ibarat kalo kita mau ke Monas, tapi ga tau lewat mana kalo dari Bekasi. Nah gitu. 
  

favicon

Lalu saya iseng scroll-scroll blog saya sendiri saking gabutnya. Mau baca-baca selama ini pernah nulis apa aja sih. Tahun ini tulisan yang ke publish super dikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pas dibaca satu-demi satu ternyata banyak catatan kecil yang isinya pemikiran saya sendiri dikala itu. Entah itu cita-cita, doa, harapan, mimpi sampai motivasi buat diri sendiri. Yang fiksi-fiksi tersirat curcol juga ada sih. Ya tulisan makin kesini makin dikit sih, tapi kayaknya kualitas lebih baik dari pada sebelumnya. Heheheheh (berdasarkan sudut pandang super pribadi dari saya)

Selama lima tahunan ngeblog, saya baru ngerasain manfaat nulis cerita hidup di blog. Ini tuh semacam penunjuk jalan buat diri sendiri. Catatan-catatan kecil dalam setiap post itu fungsinya untuk mengingatkan apa-apa saja untuk dilakukan atau diperjuangkan. Catatan kecil ini sebagai pengingat diri dan sebagai track atau jalan untuk menuju ke depan. Bisa dibilang sebagai pedoman juga mungkin yah. Kurang lebih begitu sih menurut saya. 

Misalnya waktu itu saya nulis tentang hati dan logika yang isinya tentang kegalauan tentang pacaran, atau post di ulang tahun saya yang berisi tentang satu langkah besar tahun ini yaitu lulus, dan bagaimana memulai sebuah perjalanan, because the journey of thousand miles begin with one step. Dan banyak lagi contohnya. Aaaaah.. Tema tahun ini memang memulai sebuah perjalanan baru sepertinya ya hehehe. 

Kapan hari pernah nulis status di line: baru ngerasain manfaat nulis dialy life di blog. 

Nah, mungkin ini penjabaran dari status line saya waktu itu hhehehe.

Bukan bermaksud sombong atau apa sih ini sekali lagi cuma bentuk dari buah pemikiran saya. Menurut saya apapun yang rutin kita lakukan di masa sekarang itu akan ada manfaatnya di depan sana. Bisa nulis begini karena sudah pernah mengalami sih. Suka nulis galau diblog pun bakal ada manfaatnya, suka nggambar juga ada manfaatnya, suka baca buku apalagi, suka motret, suka bikin vlog, suka narsispun atau apapun yang disuka dan rutin di kerjakan bakalan ada manfaat di depan nanti. 

Sama kayak nabung, kalo kita rajin masukin uang recehan ke celengan, manfaatnya baru kerasa nantinya kalo udah terkumpul. Begitulah kurang lebih. 

So... Nggak jadi curhat masalah cinta sama kerjaan lagi hahahaha!

Cheers!