Showing posts with label career. Show all posts
Showing posts with label career. Show all posts

Friday, December 2, 2022

2021, dedicated post for myself

Sudah hampir memasuki penghujung 2022, tapi malah pengen bikin tulisan untuk 2021 ku yang indah. Jadi tulisan ini pengen bikin appreciate untuk saya sendiri, karena telah mampu memilih sebuah keputusan besar. 

Bukan untuk menyombong, blog ini hanyalah diary yang mungkin nanti akan berguna untuk diri saya sendiri, atau keluarga saya tentang perjalanan hidup atau pencapaian hidup atau pelajaran hidup. 

One day in Sentul


2021

Setelah cerita akhir 2019 yang sedih, akhirnya di awal tahun 2021 saya memutuskan untuk mengajukan surat pengajuan mutasi pindah ke kantor pusat. Ketika itu saya baru 1 tahun menikah dan mengalami 2x operasi kuretase.

Keputusan mengajukan surat mutasi ini sangat amat berat apalagi ketika itu pikiran saya  masih kalut. Jadi modal nekat tanpa pikir panjang yang penting berusaha ajukan dulu. Antara yakin tidak meninggalkan jabatan dan karir yang sudah menjadi achievement saya. Dan of course menjadi kebanggaan mama dan keluarga besar. Masih setengah ragu untuk saya meninggalkan jabatan saya di sana. Sedih banget rasanya sih.

Dengan masih campuraduk akhirnya memberanikan step demi step mengambil langkah persiapan kalau akhirnya jadi pindah ke pusat. Yang paling berat kedua adalah, membatalkan cicilan rumah di Bogor. Hahaha. Yasudah. Mungkin belum rejeki sih kalau itu. 

Setelah menunggu sebulan, singkat cerita dan nanaina, surat pengajuan mutasi saya di tolak. Nggak tau antara sedih atau seneng, antara masih dibutuhkan di Sentul atau memang belum ada kandidat pengganti. 

Dari situ mulai berpikir, mungkin 2021 adalah waktu untuk benar-benar memaksimalkan karir saya disana. Dan mungkin waktu break dari berbagai program hamil dan waktunya bersenang-senang mungkin. 


Suasana ini ngangenin sih, bisa bikin happy atau mellow


2021

Yang saya ingat, saya bekerja seperti biasa, menyetir Sentul - Pondok Kelapa setiap hari, selalu berangkat jam 6.15 atau paling telat 6.30 sehingga sampai kantor bisa jam 7.00. Sungguh pegawai teladan kayaknya. Tapi tujuannya adalah mendisiplinkan diri sendiri dan semua orang kantor terutama tim dibawha saya. Dan bisa pulang jam 16.00. 

Sabtu selalu masuk jam 6.30 untuk briefing tim, lalu mlipir ke Pasar Bersih Sentul buat belanja. Sampai rumah masak-masak nunggu Miftah pulang. 

Mungkin menurut kalian melelahkan, tapi saya enjoy... sampai akhirnya... 

Bersyukur banget pernah terlibat project dari tanah kosong, sampai jadi indah begini

2021

Dengan berbagai drama kantor dan beban kerja, akhirnya memutuskan untuk healing ala Kiky. Mencari pelarian dengan melukis lagi, upgrade berbagai tools baru, beli cat air, beli kuas baru, crayon, sampai beli meja dan kursi khusus buat gambar. Melayout spot di rumah khusus buat nggambar dengan berbagai asesorisnya sampai beli ipad baru. Demi agar waras secara mental. Alhamdulillah Miftah selalu support apapun untuk kesehatan mental dan kesehatan fisik saya. 

Lalu rajin pos drawing journey saya di instagram. Terima kasih diriku sudah sekuat itu. Kadang suka amazed sendiri, kok bisa ya aku :')

Small spaces that means a lot to me

Watercolor Landscape

Procreate

31 Desember 2021

Setelah sebulan sebelumnya, dengan keputusan yang sangat amat berat lagi seperti awal tahun, saya memutuskan untuk kembali mengajukan mutasi ke pusat. Dan alhamdulillah wasyukurilah atas izin Allah akhirnya di approve. 

Seneng campur sedih. Seneng karena akhirnya memang jalan yang saya dan Miftah inginkan terwujud. Sedih karena lagi-lagi meninggalkan project tempat tumbuh dan belajar saya selama 5 tahun. Meninggalkan segala macam perjuangan disana. Merelakan karir demi keluarga ternyata seberat itu ya. Saya nggak pernah nyangka bakal ngamalin secepat itu sih, saya pikir saya akan tetep menjadi wanita karir sampai umur 35 an tahun. Hahaha!  

Pesan dari Project Director saya,"family is priority", itu membuat saya lega. 

Sampai sini akhir perjalanan 2021 saya yang mengharukan MasyaAllah. Terus nulis sambil nangis sih ini. 

4 Januari 2022

Farewell Tim Sales & Marketing




Farewell with All Team, see you on top!

Farewell dengan tim Sentul. Sebelum berangkat mellow banget, ngechat 1-1 personal mereka. Say good bye. Of course dari bangun tidur nangis. Nyesek banget rasanya harus pergi. Separah itu sedihnya sampe sekarang masih inget. But life must go on dong. 


Terima kasih sudah menerima segala kekurangan saya dan menjadi partner berjuang selama 5 tahun terakhir. 

 bonus foto nangis nyesek kejer sebelum berangkat farewell hahaha!

berangkat ke kantor Sentul for the last time mata sembab abis mewek

Untuk 2021 terima kasih ya sudah memberikan memori indah bersama bunga-bunga yang ku gambar agar positive vibes. Untuk diriku, terima kasih sudah kuat dan ikhlas. *selflove.  Untuk kalian yang membaca, terima kasih sudah mensupport saya. 

Mungkin someday saya ingin berkarir lagi, atau malah tidak sama sekali mau mengurus suami dan anak-anak aja. Nggak tau sih. Semoga Allah selalu menunjukkan jalan ya. 




I'll be there someday I can go the distance
I will find my way if I can be strong
I know every mile will be worth my while
When I go the distance I'll be right where I belong

And I won't look back, I can go the distance
And I'll stay on track, no I won't accept defeat
It's an uphill slope
But I won't loose hope, 'till I go the distance
And my journey is complete


Go the Disstance from Hercules
Akhirnya soundtrack ini bisa dipake buat #sountrackhidupaku

Thursday, October 8, 2020

After a year

Of course I have a lot of story to tell you my dear. Setahun saya tenggelam dalam dunia yang oh so wonderfull yet so s*cks (but first, alhamdulillah). 

No no, saya tidak akan menceritakan tentang pernikahan. But.... Mungkin sekilas saja, I married my bestfriend almost a year ago on November 24th 2019. It was just like a normal Javanese wedding haha. Don't care what the wedding but I do care a lot about marriage. Saya jadi seorang istri sekarang. Dan masih bekerja. Kata suami, kita keluarga tercapek sedunia karena saya masih di Sentul, suami di BSD, dan kami tinggal di Duren Sawit. Imagine that. But first, always say alhamdulillah. We have wonderful journey! 

Semenjak menikah, saya keguguran 2x but hey, I don't wanna talk about this, too. Karena ilmu saya sangat kurang tentang kehamilan dan keguguran. Dan menceritakan pengalaman akan menjadi sangat panjang. Intinya, di kehamilan pertama saat awal pandemi di bulan Maret, dan kehamilan kedua di bulan September dan saya baru siang tadi melakukan kuretase. 

Jadi, kenapa saya memutuskan untuk menulis setelah kuret adalah saya habis ngobrol sama suami dan bikin thread di twitter. 



Sudah setahun sejak tulisan terakhir saya buat untuk blog ini, kikysway, my dear blog, my dear dream, my dear story. Saya kangen. Bukan kangen blog nya, saya kangen karena sudah lama tidak begadang, mengajak ngobrol dengan diri sendiri, menemukan pikiran-pikiran, bertanya apakah saya sedang baik-baik saja, atau sedang happy atau apa. 

Jujur memang sejak kerja, saya benar-benar tidak punya waktu untuk menulis. Mungkin ada sepulang kantor, tapi prefer untuk tidur, istirahat atau netflix. Chill. Makin kesini pula pikiran saya memang hanya kerjaan kerjaan dan kerjaaan. Oh ya, saya sudah hampir 4 tahun jadi pegawai sejak 2017! Cheers! Haha!

Banyak tulisan di blog ini dari hasil ngobrol dengan diri sendiri. Beberapa tahun, saya melupakan kegiatan ini, lalu jadi lupa pada diri. Melupakan kalau saya ini punya ruh yang harus diajak ngobrol juga biar tetep waras menghadapai kenyataan di dunia profesi. Kadang ngobrol dengan diri sendiri, mengasihani, memaafkan, instropeksi, mendengarkan, mencari solusi bisa bikin emosi kita dan mental kita lebih stabil, untuk saya ya. Mungkin cara saya mengenal diri sendiri dan memahami diri sendiri memang dari diam dan instropeksi ini.  

Dari sini mungkin kita jadi lebih bisa menerima kekurangan, kelebihan dan tidak lupa jati diri sendiri yang paling penting. Kita jadi lebih tau siapa diri kita sebenarnya dan untuk apa tujian kita ada disini. 

So, a lot of story to tell. Ups and downs. 

Mungkin I lost myself. Sedih nggak sih, gimana bisa ceritanya bisa lost myself. Bukan menyalahkan, tapi bisa jadi pekerjaan kantor, jabatan, tetebengek kantor lain bikin kita suka sibuk sendiri. Sampe lupa kalau saya ini seorang istri, dan sampai keguguran 2x. I don't blame myself. I learned it from myself :')

Jadi ngobrol sama diri sendiri, mungkin adalah cara Allah menyadarkan sebagian makhluknya untuk instropeksi setiap kejadian yang diterima. Semua pasti ada hikmahnya. Bismillah, to the next BETTER chapter Insyallah. 



Photo : Cemoro Sewu
While listening to Forget Jakarta - Adhitya Sofyan

Tuesday, October 29, 2019

How to love your job in easy ways

Dear my lovely blog and hello my silent reader anywhere!


Tetiba the song inside my head screaming to write about job. Bulan demi bulan terlewati hanya dengan berangan-angan ingin menulis cerita, tapi bingung mau nulis apa dan berujung di draft yang isinya sebatas judul dan sebuah kalimat pembuka.

Saya rindu dengan blog ini yang biasa saya tulis tentang sharing kehidupan, cerita ringan, curhat, dan fiksi. Saya rindu membuat template dan header blog baru yang dari dulu berakhir menjadi sebatas konsep.

Hidup dewasa ini bikin saya ups and downs dalam berbagai macam situasi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Apakah quarter life crisis ini belum berakhir?

Banyak hal yang pada akhirnya menyadarkan saya kembali tentang arti kehidupan... sebanyak itu, sampai akhirnya saya putuskan untuk sharing tentang bagaimana mencintai pekerjaan.

I love my job, tapi terkadang, saya mebencinya ketika saya kehilangan arah. Manusiawi. Lalu kembali menemukan jalan, lalu tersesat lagi, kemudian bahagia sebentar, dan jatuh lagi. Dan berulang. Roda selalu berputar bukan?

Pegatina «No te detengas» de barlena | Redbubble
source : pinterest

Ada yang pernah bilang pada saya, "Jangan bekerja pada siapapun, bekerjalah pada profesi kamu." Dan itu cukup membuat saya kembali merenung. Benar juga, ketika diposisi pegawai dan kita bekerja pada atasan, ketika mereka pergi kita akan kehilangan arah. Ketika kita bekerja dan menyelami profesi dan posisi kita, bekerja dengan siapapun kita akan tetap mampu berdiri tegak.

Menyadari itu, pekerjaan, apapun itu pasti membuat kita merasa happy dan terkadang down. Bahkan putus asa. There's no perfect job, selain kita sendiri yang membuatnya.
Untuk saya, saya mencoba bekerja sesuai dengan hal-hal yang saya sukai, mengenal taste diri sendiri, mengenal mau diri sendiri, menikmati dan selalu berdoa.

1. Motivasi
Selalu kembali ke cita-cita dan mimpi, kenapa harus bekerja, tujuan apa yang ingin dicapai. Baik untuk aktualisasi diri, hingga tujuan financial. Untuk saya, selain karena tuntutan hidup, tapi ada target dalam diri saya yang ingin saya capai. Dan saya sadar, keinginan itu tidak bisa dicapai dengan hanya sekedar berangkat kerja-pulang-gajian dan berulang.

2. Challenge
Selalu menantang diri sendiri, setelah belajar A harus belajar B. Karena saya ingin memahami H yang berguna di masa depan saya sendiri. Jadi paling tidak saya harus menguasai A, B, C dan D. Kira-kira tujuan kita di depan sana yang membuat kita selalu merasa butuh tantangan untuk mencapainya.
Kalau kalian belum menemukan, coba kembali di point pertama, motivasi, apa motivasi kalian bekerja disitu?

3. Do what you like
Pasti ada hal-hal yang kita suka, ada hal yang tidak kita suka. Percayalah pada diri sendiri bahwa dengan cara yang kita sukai pekerjaan itu akan terasa ringan. Tidak melulu cara atasan mencapai goals itu sesuai dengan yang kita mau. Kita bisa mencoba cari alternatif lain dari hal yang kita sukai atau enjoy melakukannya untuk mencapai goals tersebut. Meskipun itu sebuah hal kecil menurut kita. Terkadang bisa bermanfaat untuk orang lain.

Seribu jalan menuju Roma. Ketika harus achieve target penjualan dan harus galak ke team, saya memilih untuk mendengarkan curhatan mereka dibanding harus memarahi mereka. Tapi dari situ, saya bisa mendapat ide-ide baru.

Ketika saya sedang pusing dengan angka-angka dan target billboard yang tak kunjung usai, saya memilih membantu mengedit foto dari pada hanya sekedar menyuruh. It's a pleasure. Pertama, saya senang melakukannya, kedua, saya bisa mentransfer ilmu.

4. Believe that you're cool!
Percayalah bahwa setiap manusia itu punya potensi yang berbeda-beda. Semuanya unik tinggal kita percaya bahwa diri kita spesial. Dan berada di posisi kamu sekarang adalah sebuah anugerah yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Note to myself, selalu percaya bahwa kita unik dengan cara kita sendiri dan kita mampu untuk itu.


Cheers!

while listening to 
Whitney Houston - When You Believe

Friday, January 5, 2018

a present

Present adalah sebuah kata yang berarti hadiah yang tampak secara kongkrit. Entah apakah kata present atau gift yang cocok untuk menggambarkan 2017 kemarin ini, tapi anggaplah hadiah-hadiah yang diberikan kepada saya adalah kongkrit.

Alhamdulillah 2017 yang luar biasa. Singkat cerita setahun kemarin saya resmi bekerja di perusahaan BUMN dan hampir seluruh waktu dihabiskan memikirkan proyek. Tiga bulan terakhir dipenuhi rutinitas event kawasan yang membuat saya akhirnya jenuh sampai ke penghujung tahun. Dan di akhir tahun ini saya memilih bertemu dengan SDM untuk konsultasi.

Jadi grafik semangat diawal tahun masih tinggi dan makin ke belakang makin turun.  Agak sedikit sesuai dengan hasil test kreaplin waktu itu. Saya menyadari bahwa makin kesini  mereasa makin introvert. Kehidupan proyek ini membuat tidak punya me time, karena pagi-siang-malam-sampai pagi lagi, saya bertemu dengan orang-orang yang sama dan membuat sangat lelah, dan jeuh. Saya kadang harus pergi sendiri, entah belanja atau nonton sendiri demi memulihkan energi. Entahlah kenapa gini amat -_-"


Diawal tahun ini ada beberapa hal yang telah saya renungi. Setelah sebelumnya akhirnya sharing dengan atasan saya tentang karir, kejenuhan, semangat, cita-cita, jobdesc dan tentu saja marketing. Sedikit mendapat pencerahan dan semangat baru, saya berdoa di tahun ini saya dapat menjalankan kewajiban dan tanggung jawab saya sebaik mungkin. Mengingat saya sudah bukan seorang anak MT, melainkan sudah menyandang status pegawai tetap, karir di depan sudah menunggu insan-insan yang siap duluan menyandang jabatan.

Down, sebagai pegawai baru setahun memang wajar menurut saya. Tapi bukan berarti jalan sudah berhenti disitu. Ada kalanya kita down karena jenuh akan rutinitas, itu yang dirasakan. Ada kalanya saya down karena "kok gue ngerjainnya gini-gini aja sih? kalo gini doang mah gak butuh arsitek." sesombong itu saya. But well, ketika kamu bisa mikir seperti itu, sebenernya bukan berbarti kamu sombong. Tentang apa yang kita rasakan, kita sendiri yang paling paham. Mungkin disisi lain, kita memang sudah benar-benar memahami tugas kita dan pantas untuk mengerjakan sesuatu yang lebih dari itu. Seperti sekolah, ketika kamu sudah menguasai pelajaran kelas 1, kita akan naik kelas 2. Dan seterusnya. That's what we call: kompetensi.

Gila kayaknya gue lebih cocok jadi SDM dibanding marketing. (amin)

Tulisan jadi bertubi-tubi padahal intinya mau mengucapkan
WELCOME TO 2018!



Royal Sentul Park - LRT City Sentul 

Monday, September 4, 2017

Personal Time

Hai there!
Sudah terlalu lama nggak mainan blogger. Apa kabar?



Home Stationary storage - Furniture Home Idea Storage and Organization on Creative Home Idea. Com
source: pinterest

Sedikit mau berbagi kabar diri saya yang sudah jauh dari kehidupan blogger dan sosial media lain.

Rutinitas dan pekerjaan sering membuat saya lupa dengan diri saya sendiri. Jam kerja full dari pagi sampai malam nonstop membuat saya lupa dengan hobi yang dulu sering saya seriusi. Ah ibu kota. Walaupun begitu, this is my dream sih, jadi saya enjoy dengan kehidupan karir ini. Efek samping terlalu 'menikmati' pekerjaan saya adalah posting di instagram hampir nggak pernah di update oleh coret-coretan watercolor lagi. Sedih ya. Jadi kayak nggak produktif sama sekali keliatannya. Padahal produktifnya di tempat lain.

Awal bermain cat air dulu adalah karena saya jenuh dengan rutinitas kuliah dan mencari pelarian. Kalau kata seseorang, ketika kamu sudah tidak mencari pelarian, berarti kamu sudah fokus dan totalitas di hal itu. Mungkin saya sudah fokus di bidang yang sekarang saya geluti.

Saya bekerja di bidang marketing. Dream come true. Semua yang saya lakukan disini adalah hobi saya. Saya suka mendesain, saya suka merencanakan, saya suka membuat plan, saya suka membuat buku, event dan banyak lagi. Saya suka suatu bidang yang dinamis, bukan ilmu pasti. Marketing mengajarkan saya banyak hal dan selalu ada hal baru untuk dipelajari.

Mungkin di awal karir memang harus menyita seluruh waktu dan tenaga. I love my job. Saya suka dinamika antara proyek - departemen - event dan semua yang berhubungan dengan pekerjaan saya.
Pekerjaan marketing menurut saya jauh dari kata membosankan (kecuali admin).

Tapi sebagai manusia kadang saya selalu butuh personal time untuk mengembangkan diri di bidang lain. Saya merindukan kuas dan cat air. Dan hari dimana saya bisa seharian mencorat-coret kertas canson. Saya rindu menggila menggambar perempuan dengan bunga di mata. Atau membuat wajah-wajah abstrak. Mencampur warna merah dan biru. Ah saya merindukan itu semua.

Tapi apalah daya, mess kantor saya tidak mendukung adanya personal time dan personal space, jadi saya tidak bisa menjadi diri saya dikala muda dulu (halah!). Pulang selalu malam dan bangun pagi selalu antri mandi. Hahaha!

Saya pikir setiap orang butuh personal time. Atau me time kalau bahasa kekinian. Masing-masing orang berbeda kebutuhan personal time nya. Bisa jadi belanja, berkumpul dengan teman, kalau saya sih cukup berdiam diri di kamar sambil cari ide atau berpikir, melukis atau membaca, yang penting: sendirian.



So, I challenge myself to make 5 watercolor pictures on this September. And I am so ready!

Thursday, March 9, 2017

Jadi Wanita Karir?


Bekasi, Maret 2017

Nyangka nggak sih bakalan merintis karir serius gini? Jawabannya enggak. Dari dulu bayangan saya adalah bekerja sebagai pengusaha yang jam kerjanya bebas. Hehehe. Tapi doa ibu emang nomer satu. Berkat doa ibu yang luar biasa dan keinginannya agar anaknya jadi pegawai BUMN, saya beneran di posisi ini sekarang. Doa ibu itu ridho Allah. Sekarang saya bener-bener percaya banget kalo ridho ibu itu ridho Allah. Alhamdulillah

Okey, sudah dua bulanan saya ikut program FGDP adhi karya (semacam MT). Dan beruntung sekali masuk ke Departemen TOD (transit oriented development). Apa itu TOD? Silakan googling, karena saya nggak mau nyeritain apa itu TOD hehehe. 

Yang pasti di TOD ini saya dan temen-temen langsung di cemplungin dan di delep-delepin atau dicelup-celupin ampe megap-megap karena syok. Beruntung lagi saya di divisi marketing. Aaaaaah... disini semua potensi dan pengalaman yang pernah saya pakai jaman kuliah dipakai semua. Dan dulu emang agak kaget sih. Dua minggu awal saya langsung disuruh tanggung jawab Open Table (pameran properti kecil, kalo kalian pernah yg jual-jual apartemen di mall. Nah itu dia) di salah satu pusat perbelanjaan di Sentul. Untungya saya pernah WEX. Untungya sudah pernah ngedekor pameran. Waktu itu kerjanya dari mulai ngelayout pameran, beli perlengkapan dekor, dan pasang pameran. Terus ngurus jadwal seragam sales, bikin kaos sales dan karena penasaran, saya sampai terjun jualan apartemen eheheheheh. Awalan yang seru kan? Menurutku sih seru. 

Next week, setelah keisengin saya membuat analisis kelebihan dan kekurangan marketing proyek saya, saya diminta persentasi ke pak General Manager TOD, disitu saya mengeluarkan uneg-uneg dan ide-ide tentang apa yang saya amati selama 2 minggu awal. Setelah di bully oleh pak GM dan Pak Kadiv (tapi gak ngerasa di bully, malah kesannya mereka memotivasi dengan cambukan gitu, haha), saya dikasih tugas explore sales, cari tahu mana yang berkualitas mana yang tidak eheheheheh. Dan ngetest sales satu-satu tanpa ketahuan ngetest itu butuh mental kuat dan muka polos, begitu ternyata :')

Itu baru awalan. Lanjut lagi, saya disuruh belajar dan baca buku marketing. So, rak buku saya penuh Hermawan Kartajaya sekarang hahaha. Pulang jam kantor baca buku. Bikin rangkuman.

Dan sejak itu banyak hal-hal baru lainnya yang seru banget buat dipelajari. Sekarang bahkan udah dikasih tanggung jawab ini itu. Berat? Entahlah. Tapi kalo dibandingin sama kuliah arsitek ya sama sih beratnya. Seru. Yang banyak dipake sih soft skill di organisasi. Kalo materi kuliahnya hmmm... bye deh bye... yang pasti mekanika tekik, matematika sama fisika bangunan walaupun nilai D nggak ngefek hihihi

Dan yang bikin bersyukur lagi adalah nggak nyangka kerja di BUMN bakalan seseru ini. Saya pikir saya bakalan di depan laptop tiap hari, ato ke ngecek proyek ato ngecek gambar DED. Alhamdulillah alhamdulillah nggak begitu... 

bonus boleh ya?

This is like... everything I wanna do come true. 

Bisnis plan, iya. Seni, iya. Aristektur, iya. Graphic design, iya. Dekor, iya. Organisasi, iya banget. Alhamdulillah lagi.

Yang saya syukuri lagi adalah...
Ketemu orang-orang berjiwa muda, idealis cukup tinggi, punya taste tinggi, inspiratif, motivatif (emang ada?). Dari Pak GM, Kadiv, Manajer Pemasaran, sampe Project Manager saya, luar biyasak semua. Nggak cuma itu sih, staff-staff senior FGDP angkatan sebelumnya juga luar biyasak keren-keren dan menginspirasi. Super banget deh :')

Alhamdulillah, dan bismillah,
Semoga nggak cepet bosen dan tanggung jawab yang diberikan ke saya dapat saya jalankan dengan sebaik-baiknya. 



note: mindboard yg sudah saya bikin, suatu hari bakal saya jalankan lagi, sementara pending dulu

xoxo!