Showing posts with label (FOOL)LIFE. Show all posts
Showing posts with label (FOOL)LIFE. Show all posts

Saturday, April 1, 2023

90 days that changes my life

Well well, how's life guys?
Setelah akhir tahun lalu menulis tentang 2021 akankah ku menceritakan tahun 2022 ku?
Masih ber-mellow ria dengan backsound Canon in D yang jadi soundtrack hidup aku selama 2022, di siang bolong ini akhirnya bisa menyempatkan nyalain komputernya Miftah buat ngeblog lagi. Setelah bisa mencerna semua kejadian yang saya alami dalam waktu singkat kemarin. 

Tarik nafas dulu boleh dong ya... Bismillah.

Dear me, thank you for being strong...
Singkat cerita, setelah pindah ke kantor pusat dengan load pekerjaan yang tidak seberat di proyek, qodarullah atas izin Allah saya hamil. MasyaAllah, Allah meridhoi jalanku setelah semua yang saya lalui tahun-tahun sebelumnya. Di bulan Juli, 7 bulan setelah kepindahan saya ke kantor pusat dan menjalani serangkaian test kesehatan saya dan miftah, olahraga, berenang, perbaikan gizi dan mencoba metode bekam, akhirnya mulai berasa gak enak badan, minum tolak angin dan besokannya puasa.

Sorenya pulang kantor habis buka nekat test pack, alhamdulillah garis 2. First time first ngabarin Mama duluan, karena Miftah udah feeling pasti hamil. Setelah tau hasil test pack, kami memutuskan kehamilan kali ini akan di kontrol oleh Dokter Yuditia Purwosunu. Mungkin di postingan yang lain saya ceritakan detail kehamilan saya kali ya... 




1 Januari 2023
Diawali dengan suara kembang api dari jendela RS Kasih Ibu Solo, saya, Miftah dan Arif memilih membawa mama ke RS karena sejak 25 Desember kondisinya menurun. Dengan usia kehamilan 26-27 mingguan saya memutuskan ke Solo untuk menunggui saat-saat terakhir mama. 
Mama survival kanker payudara sejak akhir 2021 dan sudah menjalani serangkaian operasi dan kemoterapi. Kondisi Mama menurun sejak pulang dari Jakarta Oktober 2022, saat itu divonis metastasis ke tulang belakang dan ke hati. 

Metastatis, mendengar kata itu hati langsung hancur seketika. Cuma bisa pasrah. Bertanya-tanya kenapa harus terulang lagi cerita yang dialami papa 10 tahun lalu. 

Mama ngga mau dibawa ke Jakarta. Kondisi saya kurang maksimal untuk merawat Mama karena saya sudah hamil besar. Mau ngga mau nyiapin mental apapun yang terjadi pada mama, dan terus berdoa semoga diberikan yang terbaik. Apapun yang terjadi, harus menyiapkan diri. Tapi sesiap-siapnya hati dan mental, sampai sekarangpun saya masih nangis tiap inget mama. 

Sampai akhirnya tanggal 9 Januari dini hari mama tutup usia.  Alfatehah untuk Mama. Semoga husnul khotimah. Saya bukan anak yang sempurna, Ma, tapi Mama tahu, saya selalu berusaha keras agar Mama bahagia. Terima kasih sudah percaya bahwa saya akan bisa menjalani hidup saya di kemudian hari. 

Al-Fatehah Papa Mama



29 Januari 2023
Dengan segala drama yang ada, sebelum Mama tutup usia, kami sempat menyiapkan pernikahan Arif. Yang tadinya direncakanan Oktober 2023, jadi maju di tanggal 29 Januari. Kondisi Mama yang tidak memungkinkan, pihak keluarga meminta dimajukan selagi mama masih ada. Tapi kami tetap memilih akad dilaksanakan sesuai tanggal kesepakatan tgl 29 Januari. Karena Mama pun juga sudah setuju dengan tanggal itu. Alhamdulillah akhirnya Arif dan Aulia resmi menikah tanggal 29 Januari dengan khidmat, lancar, dan hanya dihadiri keluarga besar. Suasanya cukup intim dan sakral. Masya Allah. Semoga sakinah mawadah warahmah. Semoga kita selalu rukun seperti nasehat terakhir Mama ya.  




14 Februari 
Ketuban saya pecah setelah solat magrib, 
Kondisi saya sejak di Solo sudah tidak bisa jalan karena mengalami simfiolisis/simfis pubis, kemana-mana pakai kursi roda. Tidur sakit, duduk sakit, berdiri pun sakit. Ke kamar mandi sakit juga sampe ngesot ngesot haha. Mungkin Allah mempercepat proses kelahiran untuk meringakan beban.. ngga kebayang kalau lahiran sesuai HPL, kudu nahan sakit sebulan setengah lagi. Karena bener-bener ngga bisa ngapa-ngapain jadi harus bedrest emang sih... 
Sampai rumah sakit, menjalani segala macam proses, harus diobservasi 2x24 jam dan pematangan paru. 

16 Februari 19.40 
Zaydan Ahmad Maliki lahir dengan selamat usia 34 minggu. MasyaAllah. 
Zaydan artinya grow. Bertumbuh di perut mama selama 8 bulan dan semoga kelak bertumbuh menjadi pemimpin yang mulia seperti Nabi Muhammad. Kira-kira begitu doa kami untukmu, Nak. 






19 Maret
Miftah pindah tugas ke Proyek Kediri. Rada shock kenapa tetiba pindah ke luar kota dan pindah divisi pula. Yasudah kita ikutin skenario Allah ini. Semoga memang ada hikmah dibaliknya. 

30 Maret
MasyaAllah, serangkaian program ASI yang dijalani penuh air mata, akhirnya membuahkan hasil. Setelah drama Zaydan ngga bisa nenen dari lahir, harus ke bidan laktasi untuk proses relaktasi, sampai akhirnya ternyata ada tongue tie dan lip tie, Zaydan harus di frenotomi agar menyusunya lancar. Doakan kami agar bisa sampai 2 tahun proses menyusui yaa... Ini rencana saya mau buat pos khusus tentang menyusui nanti. 


90 days that change my life, dalam waktu yang sesingkat ini, saya dihadapkan dengan 3 takdir yang Allah sudah gariskan. 

Kelahiran. Jodoh. Kematian. 
Adalah tiga hal yang sudah pasti akan kita semua lalui di dunia ini. Hal ini mungkin menjadi pengingat sepanjang sisa hidup saya, bahwa kita cuma manusia biasa yang tidak bisa melawan takdir, yang takdirnya sudah digariskan, yang hanya bisa menjalani ketetapan-Nya. Self reminder keras untuk diri saya, walaupun se well-planned apapun saya, se perfeksionis apapun saya ini tetap manusia biasa yang cuma bisa menjalani skenario Allah Yang Maha Mengetahui. AllahuAkbar.... 


Dear Mama

Note to my self.. 
Dear diriku, yang sudah menyandang nama Mama Zaydan.. 
Tolong nikmatilah setiap moment yang ada dihidup ini, apapun itu, agar menjadi orang yang "berisi" orang yang hangat, orang yang menghargai proses, orang yang ikhlas, sabar dan semakin kuat. 


Dear Papa

Dear Papa Miftah, terima kasih sudah menjadi supporter terhebat, terbijaksana, tersabar. Terima kasih sudah menjadi pilot kita berdua. Terima kasih sudah memberikan segala macam kenyamanan dan selalu menjadi rumah untuk kita berdua. We love you so much. 


Dear Zaydan

Dear Zaydan, suatu hari jika kamu sudah bisa membaca, Mama Papa love you so much. Setelah apa yang mama lalui selama 30 tahun dan melahirkan mu, Mama ingin memberikan semua yang terbaik untukmu. Sebagai pengingatmu, Nak, hidup ini singkat, jadikanlah hidupmu bermakna dan bermanfaat. Nikmatilah setiap masa tumbuh kembangmu, nikmati setiap proses perjalanan hidupmu. 


While listening to: 
Canon in D 24 hours. 

Thursday, October 8, 2020

After a year

Of course I have a lot of story to tell you my dear. Setahun saya tenggelam dalam dunia yang oh so wonderfull yet so s*cks (but first, alhamdulillah). 

No no, saya tidak akan menceritakan tentang pernikahan. But.... Mungkin sekilas saja, I married my bestfriend almost a year ago on November 24th 2019. It was just like a normal Javanese wedding haha. Don't care what the wedding but I do care a lot about marriage. Saya jadi seorang istri sekarang. Dan masih bekerja. Kata suami, kita keluarga tercapek sedunia karena saya masih di Sentul, suami di BSD, dan kami tinggal di Duren Sawit. Imagine that. But first, always say alhamdulillah. We have wonderful journey! 

Semenjak menikah, saya keguguran 2x but hey, I don't wanna talk about this, too. Karena ilmu saya sangat kurang tentang kehamilan dan keguguran. Dan menceritakan pengalaman akan menjadi sangat panjang. Intinya, di kehamilan pertama saat awal pandemi di bulan Maret, dan kehamilan kedua di bulan September dan saya baru siang tadi melakukan kuretase. 

Jadi, kenapa saya memutuskan untuk menulis setelah kuret adalah saya habis ngobrol sama suami dan bikin thread di twitter. 



Sudah setahun sejak tulisan terakhir saya buat untuk blog ini, kikysway, my dear blog, my dear dream, my dear story. Saya kangen. Bukan kangen blog nya, saya kangen karena sudah lama tidak begadang, mengajak ngobrol dengan diri sendiri, menemukan pikiran-pikiran, bertanya apakah saya sedang baik-baik saja, atau sedang happy atau apa. 

Jujur memang sejak kerja, saya benar-benar tidak punya waktu untuk menulis. Mungkin ada sepulang kantor, tapi prefer untuk tidur, istirahat atau netflix. Chill. Makin kesini pula pikiran saya memang hanya kerjaan kerjaan dan kerjaaan. Oh ya, saya sudah hampir 4 tahun jadi pegawai sejak 2017! Cheers! Haha!

Banyak tulisan di blog ini dari hasil ngobrol dengan diri sendiri. Beberapa tahun, saya melupakan kegiatan ini, lalu jadi lupa pada diri. Melupakan kalau saya ini punya ruh yang harus diajak ngobrol juga biar tetep waras menghadapai kenyataan di dunia profesi. Kadang ngobrol dengan diri sendiri, mengasihani, memaafkan, instropeksi, mendengarkan, mencari solusi bisa bikin emosi kita dan mental kita lebih stabil, untuk saya ya. Mungkin cara saya mengenal diri sendiri dan memahami diri sendiri memang dari diam dan instropeksi ini.  

Dari sini mungkin kita jadi lebih bisa menerima kekurangan, kelebihan dan tidak lupa jati diri sendiri yang paling penting. Kita jadi lebih tau siapa diri kita sebenarnya dan untuk apa tujian kita ada disini. 

So, a lot of story to tell. Ups and downs. 

Mungkin I lost myself. Sedih nggak sih, gimana bisa ceritanya bisa lost myself. Bukan menyalahkan, tapi bisa jadi pekerjaan kantor, jabatan, tetebengek kantor lain bikin kita suka sibuk sendiri. Sampe lupa kalau saya ini seorang istri, dan sampai keguguran 2x. I don't blame myself. I learned it from myself :')

Jadi ngobrol sama diri sendiri, mungkin adalah cara Allah menyadarkan sebagian makhluknya untuk instropeksi setiap kejadian yang diterima. Semua pasti ada hikmahnya. Bismillah, to the next BETTER chapter Insyallah. 



Photo : Cemoro Sewu
While listening to Forget Jakarta - Adhitya Sofyan

Sunday, May 27, 2018

Be a girl with mind

Hello there! Setelah menyampah serapah di twitter waktu itu, akhirnya saya sempet nulis blog yang isinya bukan umpatan melainkan lebih ke sharing.

It's been more than 1 year I've been living in a mess. Then finally I choose to leave. Dengan segala emosi yang ada, keputusan, dengan berdaulah mau fokus beribadah, akhirnya saya pilih pergi. Bye messy mess!

Kerja di proyek means semua fasilitas untuk hidup akan disediakan oleh kantor. Di proyek saya, diberikan masing-masing 1 rumah untuk pekerja pria dan wanita. Dan saya termasuk pekerja wanita yang tinggal dalam mess. Tapi as you know me, saya bukan tipe orang yang bisa sharing kamar dengan orang karena:
  1. Yes! I am a introvert person, I need my personal space and personal time after meet a loooooottttt of people in the office. Sangat melelahkan dan butuh ngecharge energi semalaman untuk membuat mood baik lagi,
  2. I hate meet the same people in my whole time. Eneg gitu rasanya. Bangun tidur sampe tidur lagi ketemunya mereka. Gila sih ini. Entah gimana kalo nikah nanti. 
  3. I was a Cinderella living with the step mother and two sisters. Memang ga semua bagian mess saya bersihkan, tapi please dong, kamar mandi sama dapur kan pake semua. Masak gue doang yang bersihin?? 
  4. I can't be productive. I miss my hobby, watercolour, and my messy desk aaaaaakkkkk. 
  5. Saya nggak nyaman dengan orang-orang disana. Semua harus bareng-bareng (pergi-pulang bareng, sampe ngambil laundryan harus bareng-bareng juga, mau kemana juga bareng-bareng) 
  6. Mengurangi rasa profesionalitas. Dmn I hate it. 
Segitu curhatan saya yang mewakili twit sampah saya kala itu. Ya kalo di blog sih masih disaring-saring mau nyampah juga. Kalau di twitter masih gak kontrol emosi haha!

source: pinterest


Jadi ya kenapa saya milih judul be a girl with mind karena.... dari kecil saya sudah diajarin sama Papa saya, "Perempuan itu yang paling penting punya iner beauty. Ketika kamu punya itu, kamu bakalan dapet yang terbaik yang ada di dunia." he said like a king to her princess sambil makein tiara (oke ini lebay). Sejak saat itu saya mencari-cari seperti apa bentuk inner beauty itu. Proses pencarian dimulai sejak itu. Dan sampai sekarang, entah sudah ketemu apa belum inner beauty saya. Tapi masih terus nyari.

Apalah gunanya perempuan yang tampil super oke di depan khalayak kalo sikapnya malesan. Apalah gunanya baju di setrika sampe klimis tapi baju yang lain dibiarin amburadul menuhin karpet ruang tamu. Apalah gunanya pake 10 step korean skin care kalau bersihin kamar mandi which is itu tempat yang buat ngebersihin badan aja gak mau. 
Apalah gunanya sok ngomong oke sana-sini tapi tiap pulang ke rumah langsung telponan ama pacar tanpa ganti baju dulu. Apalah gunanya sok-sok masakin bekal buat pacar kalau buang sampah makanan dari dapur ke tong sampah depan aja nggak mau. Situ princess atau step sister hayooo?

dokumentasi pribadi sebelum buka bersama

For me, perempuan berkelas itu yang mandiri, tangguh, smart, banyak wawasan, punya pendirian, have a good personal behaviour, nice grooming, bisa menempatkan diri dimanapun, tahu posisiya, like a skyscraper, like a skyscraper (malah nyanyi).

Cukup sekian curhatan kali ini. Bagi kalian para wanita yang mungkin tersinggung dengan pos saya sih nggak masalah. Karena saya dibesarkan oleh didikan serba mandiri, jadi ya beginilah pola pikir saya. 


Xoxo, 
Kiky



Wednesday, February 14, 2018

Got Lost

My routine:
Wake up in the moring, go to work, confuse what to do, a lot things to do, and then doing nothing. I don't know how to start, or how to learn.

I went to bookstore, I bought them, I read them, about this job. Then whooze! Dissapearing. 
The book had so many great idea, innovation, give me more knowledge, and guidding me (supposed to be).  
But how to implement them to my project? How's the impact of the book i've read to company, especially to myself. 
Is it usefull? or not?

On the way to city, after rain, gloomy evening.

I got lost
I lost of the meaning of why I do this? for everyday in my messy and dusty desk.
That question  often whispered in my ear by someone I don't know. 
But the answer because has no continouity.
I have no right answer except I was paid for this or I am a permanent employee.
And the other reason is I would say "this is my passion" but I have no desire to say it. Repeat, I have no desire to say it. D*mn!

I need to deeply see why the reason of doing something. Deep and deep. 
Maybe for some people is not important. But I am a feeling person. I have to have a big reason of doing something, and also the purpose.  
Well. Maybe some people say that you waste your time of thinking unimportant thing, just do it because you've paid for your job.

I am not that kind of people, I am a feeling person and it almost 100%. I need know what's the meaning of life, or whatever is it. I still looking for all the reason why I was here. Even I know, that the answer is always on behind. I mean after this is all over. Or when I passed this step or something. 

When you feel like me, don't forget to what a human have to do.
Ikhtiar. Be grateful. 

Monday, January 22, 2018

Seperempat Abad

Dear, universe,
Terima kasih telah memberikan 25 tahun yang luar biasa!

 So, happy birthday for me dulu lah yang udah seperempat abad.

Dulu resolusi pas ulang tahun ke empat adalah: tahun depan gue mau ngerayain jomblo perak pokoknya. Dan konyolnya nggak terjadi. Padahal kalo beneran, saya mungkin lagi jalan-jalan ke Hogwarts.

Ya tapi, 25 tahun nggak sekedar tentang status jomblo atau nggak sih. Setahun penuh kayaknya saya nggak punya hidup lain selain marketing, proyek, lrt city dan adhi, yang menurut saya jauh lebih berkesan dari pada jalan-jalan ke Hogwarts (boong ding, tetep masih pengen).

Dan momen ulang tahun adalah hal yang biasa saja menurut saya. Tapi terima kasih untuk teman-teman seproyek seperjuangan panas-panasan di proyek yang tak ber AC selama setahun udah mau ngasih surprizeeee. Hail Sentul!

My LRT City team

Tapi ada yang membuat saya sedih setengah mampus di awal usia ke 25 ini dan menurut saya parah banget.

Saya tidak punya waktu untuk teman-teman dan keluarga, dan hobi juga. Semua waktu tersita di proyek. Entah saya yang salah, atau memang takdirnya begitu.
Terlebih sedih lagi adalah ketika saya telat tahu kalau si Rahmi mau menikah akhir Maret ini. Jadi ceritanya, si Rahmi ini mau kasih kabar langsung ke saya, tapi apalah daya, jadwal kami selalu tak pernah berjodoh. Setelah Eta, Sri, Ijah tahu, saya baru tahu belakangan karena dapet kode dari Eta. Demi apaaaaa.... Akhirnya nelpon Rahmi sambil minta maaf, terus malemnya nelpon Ijah sambil nangis.

Momen ini mak jleb-jleb bikin saya nangis dan menyadari kalau hidup tak sekedar cuma urusan kantor atau proyek. Hellowww, Kiky! Get a life dong! Kamu kemanakan sih hobi kamu, keluarga kamu sama temen-temen kamu? Kamu kemanakan blog ini? Kamu kemanakan cita-cita kamu yang lain?

But well, apa yang terjadi setahun belakangan saya pilih sebagai pelajaran saja. Tidak perlu disesali dan tetap bersyukur. Tapi saya punya resolusi buat get a life. Kembali ke dunia yang lama. Banyakin jalan-jalan. 

Oh take me back to the start~


while listening to
The Scientist - Coldplay

Saturday, October 15, 2016

Jakarta

Hai Jakarta,
yang penuh cita dan angan,
yang bias akan mimpi dan realita,
yang semu antara harapan atau kenyataan
yang menang atau pulang
bagian mana yang menjadi aku?

yang selalu berbatas oleh rindu dan waktu
yang getir rasa suka dan percaya
yang ingin atau hanya sebatas mau


Ditulis di Bogor, 23 September 2016 dengan backsound Forget Jakarta nya Aditya Sofyan 


Status:
Job seeker yang sedang menikmati mobilitas antar kota antar provinsi 
Solo - Jakarta - Solo - Jogja - Solo - J a  k  a   r    t    a 


Friday, September 9, 2016

Masuk koran

Malesin banget ya judulnya. Emang paling nggak bisa deh mikir judul. Maafkan.

Beberapa waktu lalu, sembari nungguin wisuda, saya cuma bengong di rumah sambil scroll-scroll timeline. Hidup super nggak jelas mo ngapain selain nunggu kebaya lengen pendek dipanjangin. Tapi kalau dinikmati, nungguin wisuda nggak semembosankan itu sih. *kalo udah lewat emang gitu*

Singkat cerita tentang nungguin wisuda, tetiba Faya, temen SMP saya, ngeLine saya, tanya-tanya tentang ilustrasi. Sebagai pengangguran saya seneng dong, akhirnya akan ada pemasukan. Dikira calon klien, eh ternyata dia malah mau jadiin saya narasumber untuk rubik Zetizen di Radar Solo. Hehehhe. Kebetulan yang menyenangkan :D

Besok harinya saya ketemuan untuk diwawancarai tentang cat air sebagai hobi sekaligus teknik-teknik watercoloring. 

Besoknya lagi, korannya terbit, tanggal Mei 2016 Judulnya Wow-tercoloring. 

Dari jaman SD ngebayangin kapan gambar saya bisa masuk koran, nggak pernah kesampean, karena nggak pernah ngirim sih. Begitu masuk koran, malah ngajarin teknik nggambar. Hidup lucu ya kadang. Hehehe :')





Tuesday, August 16, 2016

The first boy is getting bigger

Voice meeting on mid night
between
Yogyakarta-Jakarta-Dubai


Hampir dua tahun sejak project pertama kami. Sudah banyak yang terjadi, banyak yang berubah. Dari bertiga, berlima, plus Jundi masuk lagi, sekarang kami berdua belas plus dua. Pisah kota, beda zona waktu, tapi semoga masih tetap satu. 

Edo ke Dubai mengejar karir, Miftah jadi bapak-bapak pegawai BUMN di Ibu Kota, Jundi masih mengejar skripsi S1 nya di UI (Jundi founder pertama bareng Miftah sama Reja waktu di Jakarta), dan saya masih berusaha mewujudkan cita-cita yang lain (nggak mau dibilang pengangguran).

Dari Awang sama Nidya, akhir tahun lalu nambah Rana sama Ipit (adek kelas arsi), awal tahun 2016 tambah Hibat (mantan ketua BEM teknik), Adi (mas-mas lulusan geofisika UPN), dan Dhimas (pejuang lulus dari teknik industri), Rere (yang ngaku-ngaku fans saya, terus akhirnya saya hire wkwk), insyaallah bakalan nambah Adhimas sama Faqih yang lagi tahap trainee (ciyeh!).

Nggak mau bilang bahagia, karena terakhir bilang gitu, langsung ada badai tsunami dari klien. Hahaha! Jadi, bersyukur saja, bersyukur banget. Alhamdulillahirabbil'alamiiin... Usaha dari nol, banyak drama, banyak komplen, banyak masukan, begadangan bareng, diPHP klien, dimarahin emaknya klien, bikin giveaway, sampe kehilangan aset (baca: payung) akhirnya membuahkan hasil.


click here to more photos

selalu full booked di awal bulan wisuda ugm :')

Sekarang alhamdulillah untuk graduation UGM selalu full booked di awal bulan. Dan orang-orang udah cukup kenal dengan anak kami. Berita bagus lagi, masing-masing fotografer ada fans nya sekarang. Lucu yah.
Tapi ngomong-ngomong ada yang ngefans ama mbak-mbak founder nggak yah? Bwakaakak, ngarep dotkom.

Judulnya sih emang bener banget yah, bikin bisnis gini kayak ngegedein anak. Dari ngasih makan, ngerawat, ngobatin kalo sakit, momong, nggendong kalo nangis. Hahahhaa, seriusan bikin terharu :')
Yaudah sekian laporan dari The Flash Project (TFP) cabang Jogja yang udah hampir dua tahun!



So, who is your favorite photographer? ;)

contact us:
line: @theflashproject (pake @)


Monday, January 25, 2016

hello komodo part 2: Let's Go!

Note: Sepertinya akan lebih banyak gambar daripada tulisan.





Setelah sempat mampir ke kantor bupati dan Balai Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo untuk persentasi program, perjalanan yang sesungguhnya baru benar-benar dimulai. Boat menuju Komodo melaju, mata dimanjakan dengan pemandangan laut biru, langit biru, awan putih dan pulau-pulau gersang disepanjang perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih empat jam. Sembari menikmati angin sepoi dan suara mesin kapal, pikiran saya tak bisa lepas dari khayalan menuju Jurassic Park. Ya, suasananya purba banget, saya sempat mikir Jurrasic Park terinspirasi dari pulau ini. Wk~

Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo.
The design reminds me of Emad Zend on Youtube,
tutorial rendering sketsa yang konsepnya dari berbagai benda random disekitarnya  :|

sejauh mata memandang~


Kami tidak langsung menuju ke Desa Komodo, sempat singgah di Rinca sekitar jam tiga sore, melihat sekeliling desa, bercengkerama dengan tokoh adat, mengambil foto sebentar, istirahat, kemudian numpang solat di masjid (air wudunya asin!). Setelah kurang lebih satu jam, perjalanan dilanjutkan menuju matahari terbenam. Sudah ada sedikit bayangan seperti apa bentuk Desa Komodo dibenak saya. 



rumah-rumah berjarar di bibir pantai

lautnya super bening!

sore hari memang waktunya para bocah untuk 'mandi'

bye Rinca! if you see that kilauan matahari hampir tenggelam di laut, kayak kristal. blink-blink

Selanjutnya, boat mengantarkan kami menuju Pink Beach. What a day. Semua orang langsung terjun ke air tanpa babibu. Sore yang bahagia, badan, mata, kulit dan seluruh indera dimanjakan oleh pemandangan biota laut yang luar biasa beragam, ikan warna-warni, terumbu karang yang ginjuk-ginjuk kalo keinjek, ubur-ubur, air laut yang jernih, air laut yang asin, sunyi, gemersik air di bibir pantai, pasir pantai yang berwarna pink, dan peralihan warna langit dari biru ke hitam, matahari tenggelam, dan golden hour setelahnya. Semua terbayarkan setelah lelah yang menumpuk. Entah lelah karena apa, bisa jadi lelah karenan persiapan kami menuju kesini. Tapi yang pasti, pikiran saya akan sidang bulan lalu langsung teralihkan, total. God Bless Pink Beach!

~Ikan Fugu~

Gelap mulai turun, kami melanjutkan perjalanan menuju kehidupan asing yang akan kami masuki. Perahu kami berhenti pada dermaga panjang yang menghantarkan ke gerbang bertuliskan 'Selamat datang di Kampung Wisata Komodo". Itu kali pertama kami menginjakkan kaki di 'kehidupan baru' dengan puluhan koper, kerier (nulisnya gimana btw?), dan ransel. Baju basah serta badan lengket sehabis snorkling melengkapi kedatangan kami ke Desa Komodo. Waktu itu sudah sekitar tujuh malam, suara berisik lagu dangdut yang diputar superkencang oleh warga membuat kuping kami harus beradaptasi.

Dermaga Abdul Husein,tapi  kami menyebutnya dermaga satu,
Gapura sumbangan dari YKK (Yayasan Komodo Kita) dan BNI

Yang pertama melintas dipikiran setelah sampai adalah: Dem, di dermaga sudah banyak lampu bersolarcell! *berasa dipermainkan oleh DPL, yang katanya disana belom ada lampu di tempat umum.*
Ya baguslah, berarti sudah lumayan maju toh desa ini. Alhamdulillah :')

Ehh lanjutkan~
Kami dibagi menjadi dua rumah, masing-masing rumah sebelas orang. Setelah berkenalan dengan empunya rumah, sempat mandi, kami dijamu makan malam sederhana oleh keluarga mas Riza, di rumah Pak Sahe. Rumah panggung sederhana itu memuat kami semua lhooo~. Menu makan malam memang sederhana, tapi kelelahan dan kebersamaan membuat kami semua makan dengan lahap! Haphap!

Sejak hari itu, kehidupan di Jogja, atau kota asal terlupakan sudah. Hidup yang di depan mata adalah dua bulan kedepan diantara dua puluh dua orang ini. Bagaimana kami harus bisa saling beradaptasi, dengan teman sendiri ataupun dengan masyarakat, dengan keadaan, dengan adat, dengan cuaca, dengan kehidupan baru yang jauh berbeda. Bagaimana kami bertahan dengan keadaan, makanan, air bersih, kotoran, sayur, dan kegiatan-kegiatan lain.


yang motoin aku po ya? -_-



**
You know, sehari setelah tiba di desa, saya diare parah banget sampe dehidrasi. Menyelinap pulang dari rapat di Balai Desa dan hampir pingsan dikamar mandi saking lemasnya. Pada akhirnya hari pertama saya: terkapar di kasur, dikamar yang super panas sampe akhirnya Sri dan Sarah dateng ngasih obat. Thanks sis. Kalo nggak ada kalian gue udah kayak cumi kering. 

Friday, January 22, 2016

hello komodo part 1 : unpredictable journey

Judulnya agak lebai? No lah. 
Bener-bener unpredictable. Jadi awal Oktober lalu saya sidang 2/3, terus down banget gara-gara nggak siap, terus dibantai (sebenernya nggak dibantai, tapi dikasih masukan doang dan jawaban saya kurang memuaskan, yang ini guenya lebai) sama dosbing. Tapi tetep aja saya ngerasa saya ngecewain bapak dosen yang sudah high expectation sama saya. Singkat cerita, saya depresi (sampe hampir mau ke psikolog) dan drama abis selama seminggu! Duh, payahlah. 

Di tengah kegundahan itu akhirnya saya menemukan open recruitmen KKN yang berisi orang-orang yang jadi penyelamat hidup saya dua bulan belakangan ini. So guys, this was my story before I met you! 

Nggak bakalan ngira kalau akhirnya saya KKN keluar Jawa, karena periode November-Desember biasanya cuma di DIY dan sekitarnya. How lucky I was. Hidup memang kayak jungkat-jungkit, kadang diatas kadang dibawah, kadang depresi, kadang bahagia setengah mati. 




let's start the journey!


Antara saya yang menemukan mereka, atau mereka yang menemukan saya, sama saja, toh akhirnya kami saling menemukan dan menjadi tim supergila selama dua bulan. Kami adalah enam belas anak kedokteran, tiga anak geografi, dua arsitektur (saya dan Sri), dan satu anak PSDK. Perjalanan ini jadi semacam games "dapatkah kamu beradaptasi dengan orang baru dan menyelesaikan masalah di tempat tak terduga?" jadi ngebayangin Maze Runner. Wk~

Persiapan yang kami lakukan sebelum berangkat hanya tiga minggu. Ulang. TIGA MINGGU. Tiga minggu sebelum berangkat kami baru saling berjabat tangan, menyebut nama masing-masing, basa-basi kenalan, lalayeye, dan setelah itu langsung survey mengumpulkan informasi, mecari tahu permasalahan-permasalahan, menyusun program, masih ragu antara jadi berangkat atau enggak di H-2 minggu. Tapi walaupun belom pasti berangkat tetep lanjut nyusun program dan ngedanus. 

Ngedanus, ngumpulin duit bareng, jualan bunga dan postcard di perempatan, di Tugu, sampe hampir ketabrak mobil malem-malem, malem minggu lebih tepatnya, makin ngenes deh. Ngelembur nyusun program, ngelembur proposal sama Harumi, nyari donasi, rapat-rapat program, rapat tiket, rapat duit sampe rapat bareng DPL yang superbaik banget, dokter Way. *sensor nama*

Nyetak proposal sambil mengandai-andaikan nanti di Komodo~~~ lalu tercetus ide, "Kayaknya kita perlu bikin buku tentang desa Komodo deh." dan Harumi mengiyakan, dengan semangat menggebu. *happy*

Juga coba bikin prototype salah satu program besar kami yang judulnya super kece 'liter of light' (kalo kepo cari aja videonya di Youtube). Semacam rangkaian lampu pakai solarcell. Walaupun nggak ada anak elektro di kelompok kami, tapi kami bersikukuh mau menerangi dermaga Komodo dengan lampu ini (ceritanya dari survey yang kami dapat, disana tidak ada listrik selain dari diesel milik warga, dan sangat terbatas sekali pemakaiannya sehingga jalan umum dan public space belum ada penerangan). Sampai akhirnya belajar sama temennya Toro yang kuliah elins (lupa namanya, maaf, you're so cool man!). 

Tim yang persiapannya sebenernya nggak terlalu matang untuk berangkat KKN, tapi akhirnya berangkat juga setelah usaha keras dan sempat melewati drama-drama: ketahuan titip absen pas bakti kampus di GSP dan harus disidang dulu & kehilangan kartu asuransi seluruh anggota kelompok yang baru disadari setelah upacara penerjunan KKN! Bloody hell :''

Bermodal tekad bulat sebulat telor bebek, akhirnya kami berangkat! Tanggal 2 November, kami berduapuluh dua plus dokter Way terbang dari Jogja ke Denpasar ke Labuan Bajo! 

Dan cerita-cerita seru pun dimulai ;)

Upacara Penerjunan KKN, saat sebelum menyadari kartu asuransi hilang. 


bonus:
begitu sampai di Komodo, yes I know, kayak paus teradam(n)par



See you on my next post. I promise you will not wait too long ;)


Cheers!

Saturday, June 20, 2015

Improve.

Halo blog!

Inget banget, pertama kali suka ngedoodle pas liat doodle nya Mbak Ayang Cempaka, mulai dari sana jadi hobi corat-coret juga. Tapi kalo ditelusuri lebih jauh, kata Mama, memang dari kecil hobi nggambar. Bukan berarti sekarang sudah jago juga sih, saya menggambar karena suka. Sampai sekarang, jujur, belum ada gambar yang benar-benar maksimal hasilnya. Ya saya suka, tapi belum ada yang sempurna hikshiks. Namanya juga belajar. Sampai dalam tahap ini saya memang masih belajar. Dan akan terus belajar sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Ada beberapa orang yang akhirnya memesan gambar saya untuk kado nikahan, wisuda, ulang tahun, dll. Menurut saya itu bonus. Alhamdulillah ada yang suka. Tapi jujur saja sebenarnya saya rajin upload di instagram bukan untuk jualan. Yaah sayang aja kan kalo udah nggambar tapi disimpen doang. Hahaha (sama aja ding?) Nggak nggak, konsep awal bikin instagram adalah buat bikin galeri gambar aja, soalnya kalo di blog kan ribet dan nggak banyak orang ngebuka blog. 

Begitulah,
Ini adalah gambar-gambar tahun 2013 yang saya udah nggak inget apa inspirasinya. Dibawahnya gambar kemaren setelah mengumpulkan draft praTA, sambil dengerin Once Upon a Dream Lana Del Rey. 
Ini sepertinya bukan peningkatan, tapi perubahan style. Tapi peningkatan juga sih. Entahlah. Saya suka keduanya :'


May, 2013

 June, 2015




kamu suka yang mana? atau suka yang nggambar? *ngarep*

Saturday, May 23, 2015

The Flash Project

Halo lagi blog,

Akhirnya update-an terakhir ada follow up nya! Saya mau share satu kegiatan saya di akhir masa perkuliah ini nih. Project hore yang akhirnya pengen diseriusin, project hore yang pengennya bisa jadi pekerjaan kedua, project hore yang sebenarnya adalah mimpi besar. Duh kok jadi sok puitis. Maafkaaan~ Butuh keberanian buat bikin satu postingan tentang TFP . Entahlah. 


cihuy!












Bermula dari obrolan sore selepas studio. Tiga mahasiswa tingkat akhir yang pengen banget bikin suatu yang bermanfaat sebelum akhirnya lulus dan terjun ke dunia per-arsitekan. Pengen nyoba hal-hal baru syukur-syukur bisa ngehasilin duit. Waktu itu masuk bulan-bulan akhir 2014. Kuliah cuma ambil Studio Tematik 2, praTA (yang akhirnya saya ulang semester ini), sama laporan KP. 

Berujung dengan ngelakuin hobi yang lagi asik-asiknya dikerjain, nggambar. Akhirnya jalan-jalanlah ala-ala TKAD. Dari sketsa sore, obrolan berlanjut bikin ide bisnis, yang kami semua bisa lakuin tanpa modal yang banyak. Aaaah entahlah aku jadi biingung nulisnya dari mana, pokoknya ya gitu. Dari obrolan di kosan saya sore-sore antara Saya-Edo-Miftah, pengen bikin project yg kira-kira bisa dilakuin di akhir-masa-kuliah-yang-kayaknya-bakal-gabut, akhirnya tercetus bikin usaha yearbook. Buat anak SMA, SMP, SD sekalipun. Jasa fotografer + Yearbook layouting.

Setelah semua setuju akhirnya bingung nentuin nama. Berhubung Miftah sudah punya project sebelumnya bareng TFP yang anggotanya orang-orang Jekardah, akhirnya kami pake juga nama TFP dengan embel-embel cabang Jogja hahaha

Trus langsung deh bikin website di wix, akun instagram, dan The Flash Project cabang Jogja pun resmi berdiri. Dengan modal seorang fotografer dan 2 orang kacung yang hobi nggambar, Nikon 70D yang umurnya udah 10 tahun #prayforus #kamerauntukmiftah, beberapa buah lensa (alhandulillah, walaupun ada yg pinjeman), peralatan lighting seadanya, dan semangat membara jiwa muda! haphaphap!

Jalan satu semester, dapet job wisuda Jutap, beberapa kali di PHPin calon klien yg minta difotoin yearbook sama wisudaan, udah sampe meeting dan negosiasi akhirnya ngecancel.
Alhamdulillah akhirnya dapet project foto prewedding & liputan wedding kakaknya Dicki (saya mendadak jadi tukang foto haha!). Terus lanjut ke yearbook angkatan sendiri, pengennya jadi portofolio kami hihi

Kalo dibandingin sama TFP Jakarta mah masih jauh. Disana fotografer semua, sedangkan saya disini megang kamera aja masih grotal-gratul. Sedih ya. :'

Ohya, sekarang ngerekrut 2 anak baru si Nidya dan Awang (alhamdulillah fotografer juga posisinya). Adek kelas sih, pengennya bisa nerusin usaha ini kalo kami-kami udah lulus, dan begitulah seterusnya, pengennya  :'''
Dan formasi sekarang ada lima orang, 1 fotografer suhu, 2 fotografer anakan, dan 2 kacung hahaha tetep ada si kacung -_-. Sebenernya nggak kacung-kacung amat sih, lebih ke art director sama menejer~~ 

Sebenernya maksud tulisan ini bukan untuk promosi, soalnya dari hasil tulisan yang berbau promosi selalu berakhir fail nggak berlanjut. Ini jadi semacam diary aja, kali aja ntar pas udah tua kangen masa-masa kuliah, masa kere bareng, cari duit bareng, makan bareng, atau mungkin kangen sama kamu juga *eh*, kan bisa dibaca lagi terus bilang 'Oooh dulu gue pernah usaha kayak gini.' bisa cerita ke anak-anak atau cucu juga kan hahaha. 

Ntar kalau TFP udah beneran jadi besar, mungkin cerit dibaliknya bisa dibaca lagi disini. Cieeeeh~
Bismillah, semoga pekerjaan kedua ini beneran terwujud sembari menggapai pekerjaan utama sebagai arsitek :' 

Ngomong-ngomong, sedikit saya share foto-foto failed temen-temen sendiri buat seru-seruan nih (sorry ya Mif nggak ijin dulu) abisnya disimpen sayang bahaha!! Mending di upload kan :P

Team:
Miftah & Suva (ceritanya si Suva anak magang, padahal kameranya lebih oke #kamerauntukmiftah)
Kiky si tukang nyatet antrian
Edo tukang mindahin file
Ngerasa kurang berguna sih diproject ini, tapi yasudahlah. Next project akan saya share kapan-kapan

@theflashproject dan website kami di THE FLASH PROJECT


Tim Hore
Kiky-Miftah-Suva-Edo

sayang kalo nggak foto sama properti bikinan sendiri

ngajakin anak-anak foto bareng biar rame

LAUGH!! 

Donna bercerita

Suka banget sama ekspresi foto Donna :'

The next top model maybe?


bang bang -_-

syukaaakk <3

itu didepan ada anak kecil beneran, bukan hantu kok 

Sukses deh buat TFP Jakarta dan Jogja!

instagram @theflashproject
online portfolio THE FLASH PROJECT


cheers!

Tuesday, January 13, 2015

Childhood Memory // Mimpi berulang-ulang

Tadi malem saya ketiduran, setelah dua hari saya baca-baca tentang Stephen Hawking si Einstein kedua. Baca-baca teorinya semudengnya dan senangkepnya, liat videonya di discovery channel sampe filmnya di BBC yang diperankan Om Ben (Benedict Cumberbatch) dan nunggu filmnya yang paling baru The Theory of Everything. Selama seharian saya nggak berhenti kagum dengan teori-teorinya, kagum dengan semangatnya, walaupun beliau lumpuh tapi jiwa dan pikirannya tidak ikut lumpuh, kagum bagaimana perusahan intel bisa membuatnya bahkan bisa berkomunikasi dengan komputer dan sampe sekarang masih penasaran banget sama sistem komunikasinya yang ia bikin selama 20tahun belakangan. 
Dan nggak berhenti mengucap astaghfirullah saat membaca bahwa teori-teori yang beliau yakini itu sangat menyangkal adanya Tuhan, bahwa tidak ada apa-apa sebelum big bang, tidak ada materi dan sebagainya.

Setelah baca-baca Hawking dan teorinya, lanjut ke link tentang Albert Einstein, teori relativitasnya, tentang blackhole. Lalu tiba-tiba teringat memori masa kecil saya.

Dulu jaman kecil saya pernah pengen jadi astronom, pengen ke bulan dan bahkan mars. Dari kecil saya sebenernya tertarik sama luar angkasa. Sering dulu diam-diam mengamati bintang. Dan mencoba mencermati bintang itu warnanya apa, menghitung jumlah bintang yang ada di langit selatan-utara-timur-barat dan mencoba mencermati apakah bintang itu bergerak apa nggak, berharap suatu hari saya bisa membaca rasi bintang. Sampai pada akhirnya, saya punya teropong, bukan teropong bintang sih, teropong biasa tapi lumayan bisa buat ngeliat bintang. Saya girang banget pas bisa ngeliat planet mars sama venus waktu kecil. Dan pernah punya buku yang isinya kehidupan di Planet Mars. Kemudian saya ke perpustakaan SD, disana ensiklopedia nya lumayan lengkap. Saya mencari tentang luar angkasa, dan itu pertama kali saya nemu kata-kata alien sama UFO. Terus ada banyak gambar tentang alien, bentuknya kayak cumi-cumi, atau gurita. Entah kenapa foto itu begitu real dan sampe sekarang masih melekat diotak. Bahkan masih inget banget letaknya di bagian tengah-tengah buku, halaman sebelah kanan, gambarnya di pojok kanan bawah, besar, dan jelas. Sebagai anak kecil, pikiran itu nggak begitu saja hilang, bertahan berbulan-bulan untuk terus mencari, membaca buku yang sama berulang-ulang dan sampai akhirnya naik kelas 5 SD dan melupakan semuanya. Hahahahah 


Tetiba nemu link tentang Nessie, Monster di danau Lochness. Yang ternyata November 2014 kemaren heboh foto penampakannya lagi. Telat ya gue.. biarin dah.

Jaman kecil juga saya pertama kali membaca tentang Monster di danau Lochness, Skotlandia, saya membaca di buku ensiklopedia Doraemon (hahahaha)! Inget banget, bukunya bentuknya sama kayak Atlas. Isinya pun mirip atlas, peta setiap belahan dunia, nama negara, dan ciri khas dari negara tersebut, termasuk mitos-mitosnya.
Lochness juga pertama kali saya baca di komik doraemon entah seri berapa. Lalu saya kepo. Saya tanya adek saya yang suka banget sama dinosaurus. Bener apa nggak ada spesies macem itu. Trus saya mulai mencari-cari foto monster Lochness di perpustakaan SD dan hasilnya nihil. Dulu saya belum punya akses internet. Jadi agak susah. Kemudian akhirnya tahu bahwa foto-foto yang pernah saya lihat ternyata hasil rekayasa belaka. Oh Lochness. Memori masa kecil~~

Sampai akhirnya saya ketiduran. Dan bermimpi aneh, nyata dan berulang-ulang, dengan latar belakang yang berbeda.

Jadi sore itu sedang lagi ribut suatu acara besar. Entah itu acaranya apa, saya nggak tahu. Yang pasti semua orang panik menyiapkannya. Disitu saya hanya sebagai penonton saja sama seseorang, entah siapa.
Kemudian ada seseorang yang berubah menjadi monster, bentuknya jadi kayak bunga raflesia arnlodi, ada lidahnya panjang dan diujungnya ada semacam kepala yang bisa menelan orang bulat-bulat. Warnanya oranye kayak jeruk. Semua orang makin panik dan berhamburan. Tapi saya diam saja, hanya melihat.

Malamnya pertanyaan itu terjawab, acara yang dipersiapkan adalah sebuah opera yang sangat besar. Entah ceritanya tentang apa. Saya menonton, dikursi hampir belakang, masih bersama teman saya itu.

Lalu tiba-tiba saya menyadari bahwa salah satu pemainnya adalah monster yang tadi sore menyerang banyak orang. Saya berbisik pada teman disebelah saya. Dan saat menoleh ke belakang ternyata orang-orang melakukan hal yang sama, semua orang. Gila. Lalu saya kembali menatap panggung. Tepat saat itu mata saya dan mata pemain itu bertatapan. Sadis. Matanya kuning dan besar. Saya merinding, lalu berbisik lagi pada teman disebelah saya kemudian saya berdiri hendak keluar. Kebetulan pintu keluar ada di belakang karena bentuk setting tempat itu amphiteather yang besar.

Saya berdiri, berjalan melalui tangga ke atas, dan sampai atas saya melihat bahwa orang-orang di kursi belakang sudah pergi. Sampai di pintu keluar, saya melihat orang-orang itu panik. Berlarian dan berdesakan keluar dari gedung. Ternyata mereka juga sudah tau kalau ternyata aktor yang didepan itu monster. Saya lari sekencang-kencangnya menuju parkiran motor.
Kemudian menstater motor. Saya berusaha ngebut sengebut-ngebutnya tapi gak tau kenapa motor saya lambaaaaaaat banget. Monster itu ternyata sudah berubah menjadi monster oranye yang tadi siang. Saya makin ngebut. Tapi motor saya makin melambat bahkan saya sudah mengegasnya sekuat tenaga. Kayak di tanjakan motor. Padahal jalannya lurus. Saya kurangi gigi motor, tapi masih saja lambat, padahal speedometer menunjuk ke angka 40km/jam. Rasanya tenaga yang saya keluarkan sudah maksimal, tapi motor saya nggak mau kenceng. Kecepatan 40 rasanya kayak Cuma 5 dan itu gasnya udah pol banget.

Tapi dengan kecepatan itu saya bisa jauh meninggalkan si monster yang jalannya superlambat. Gerakan monster itu semacem dibikin slow-motion. Saya tiba didepan rumah dengan selamat dan mama saya menunggu.

Tiba-tiba terbangun, jam 3 pagi dan laptop saya masih nyala dengan tab yang membuka gambar Monster Nessie.
Astaga banget.


Saya sudah berkali-kali mimpi naik motor-gas pol sekuat tenaga tapi motornya seakan ditanjakan padahal jalannya lurus. Tentu dengan setting yang berbeda-beda. Dan berkhir dengan adegan yang sama itu. Berulang-ulang. Nggak ngerti deh apa mkasudnya, mungkin bunga tidur, mungkin juga bisa jadi petunjuk kalo hidup itu keras, meraih cita-cita itu nggak gampang, meskipun berjuang sekuat tenagapun hasilnya belum tentu akan memuaskan, jadi harus ditambah berdoa dan ikhtiar. Gitu, kali? 


Postingan ini super panjang dan random banget, dan intinya di mimpi yang berulang-ulang. 



Friday, June 20, 2014

Wiswakharman Expo 2014 'JOGJA ECO-CITY' part 1: behind the project

Sebenarnya saya bingung harus mulai menulis darimana, mengingat event ini sudah berlangasung dua bulan lalu, tepatnya 24,25,26 April 2014 di Benteng Vredeburg. Niat saya setelah selesai event ini langsung saya pos disini, tapi sebagai mahasiswa arsitek yang setelah itu dihujani tugas bertubi-tubi tiada ampun, akhirnya baru bisa ngepost sekarang. Maafkan~


Tapi saya tetap masih bingung darimana, banyak yang mau diceritakan. hahaha oke akhirnya saya bagi jadi dua part saja postnya, biar nggak kepanjangan (tapi kayaknya 1 part aja bakalan panjang). Yang saya tulis ini behind the scene nya. 

Setelah KKA bulan Agustus 2013 lalu, kami melakukan yang namanya PASKA KKA. Tujuannya adalah sebagai tanggung jawab kami kepada Kota Jogja tercinta ini. Jadi, ilmu yang kami pelajari diterapkan di Jogja. Nah, karena tema KKA kami adalah eco-design, maka kami memilih untuk tema paska ini Jogja Eco-city yang nantinya dipakai sebagai tema pameran kami. 

Butuh waktu satu semester untuk membuat sebuah desain yang matang dan siap dipamerkan. Satu kelompok besar membuat tiga desain dalam kelompok-kelompok kecil. Bertemakan eco-campus, eco-public space, dan eco-tourism. Kelompok saya mengangkat tema ruang public, dalam hal ini hasil yang kami berikan adalah eco-public space untuk Jogja.

Proses yang kami tempuh ini penuh perjuangan banget. Dari awal mula mencari konsep awal mau membuat apa, mencari isu dan masalah ruang publik di Jogja yang sangat kompleks, menentukan lokasi, membuat konsep desain yang berubah setiap seminggu sekali. Well, iya ini membuat saya hampir frustasi. Setiap hari sabtu kami rapat, setiap hari sabtu kami punya ide baru. Dan setiap hari sabtu personil yang ikut rapat ganti-ganti. Jadi sampai H-2 bulan masih belum fix kita mau ngapain. Ganti lokasi, ganti ide, ganti konsep. Tapi akhirnya kami bersikeras untuk menghentikan konsep, lalu melanjutkan pengembangannya. Nggak boleh ada konsep baru lagi. 

Karena ide nggak akan pernah berhenti datang dari kepala orang kreatif.

Setiap 2 minggu sekali ada persentasi desain satu angkatan yang ada 10 desain. Ada revisi sana sini, banyak cacian dari dosen pembimbing, banyak masukan dari teman-teman. Selain mengolah desain, kami dibentuk menjadi tim-tim lain yang bertanggung jawab terhadap kualitas produk, yaitu tim persentasi (ppt), poster, dan maket. Saya masuk tim poster. Tugas tim ini membuat guidelines tentang produk masing-masing, jadi quality control untuk semua kelompok. Tim poster membuat template poster superlengkap dan membuat guidelines seperti font, typeface, warna. Tim persentasi membuat template persentasi dan bikin animasi superkece yang ditampilkan ketika persentasi paska. Juga tim presentator yang nggak pernah berhenti latihan persentasi selama berhari-hari. Tim maket membuat guidelines untuk maket kami agar seragam. Hasilnya, alhamdulilah semua produk memuaskan. Sangat memuaskan. Nggak ada yang jelek. AWESOME! Semua berkat tim ini dan teman-teman seangkatan yang bekerja super keras. Bravo! *terharu*

H-2 deadline paska, hampir semua orang nginep distudio, menyelesaikan maket, poster, ppt, serta latihan persentasi. Mata panda bukan masalah, badan udah nggak karuan juga bukan masalah, yang penting kerjaan memuaskan. 

Berbagai masalah tentu saja ada. Saya sempat frustasi, desperate dan berakhir dengan nangis kejer seharian penuh. Hampir semua cewek nangis sepertinya. Ini bener-bener deh, berat banget. Dan kalian yang nggak kuliah di arsitek nggak bakal ngerasain. Hanya disini. Tapi nggak papa, ini pengalaman berharga banget. Kita jadi tahu sifat masing-masing orang, bagaimana cara menghadapi orang, kita jadi tahu kemampuan diri, dan bagaimana cara bekerja sama dengan tim. 

Dari perjalanan panjang dan usaha keras selama hampir satu semester itu berbuah manis. Karya kami. Masterpiece kami untuk Jogja. Bangga? Jelas! Kapan lagi bikin karya kayak gini? *aaah terharu lagi*

Kurang lebih kayak gitu, cerita dibalik paska KKA kami. Kayak ayam fillet rasa sweet sour nya Gotri. Haha. 

Nara Hutama: nempelin pohon satu-satu

sebagian udah tepar, sebagian masih bisa senyum. tengah malam

ray & handi: serius ngutter

wahyu: seneng banget bisa nyalain lampu led buat maket :''')

arsyi: masang lampu maket kelompok kami-seneng bisa nyala semua-tetiba mati 1
semenit kemudian konslet semua. jam 3 pagi. 

bang nuel: sibuk muntirin tembaga buat lampu. semangat!


penampakan maket kelompok kami
TUGU ART SPACE
no laser cutting, semua pake tangan
untung ada ahlinya, Arsyi Arvin


my team and our masterpiece, muka happy banget :')

bangga dong sama karya kami

Hari ketiga WEX, muka sok jutek

selfie!!!!

SELFIE lagi, OMG :''')



anyway,
WEX ini saya masuk tim dekorasi (lagi-lagi selama 3 tahun). Begadang di Vredeburg, nangis, pulang ke kosan baru jam 3 sore besoknya, seperti tahun-tahun lalu. Tapi nggak papa sih, terakhir, maksimalin, tahun depan udah nggak lagi-lagi kayak gini. Udah angkatan tua. Fix.

:''')

adek-adek angkatan bawah nih, terkapar capek ngedekor

fight-fight!!!

tim dekor hore sejak semester satu sampai saat itu :''')
Sesaat setelah pembukaan pameran. Keren banget pengunjungnya. Udah kayak artjog aja haha :P

pagi hari, hasil dekoran nggak tidur, pameran karya akademis :)

banyak yang narsis di instalasi Jogja Eco-City, keren ya lightingnya. winkwink :)

ciwi-ciwi narsis didepan Jogja Eco-City

Alhamdulillah, sujud syukur tiga hari pameran sukses. Pengungjung selalu ramai dan sangat antusias terhadap karya-karya kami. Banyak banyak dipuji, banyak masukan, banyak kritik pula. Semua jadi pelajaran untuk kami. Ada cerita lucu. Disalah satu desain ada pengunjung yang tanya, "Mas-mas, ini maketnya boleh dibeli nggak ya?" "Loh, memangnya kenapa buk?" "Soalnya bagus banget ini.." aaaaaaaaah :''')

Ngejagain pameran tuh seru banget. Kita bisa berbagi ilmu untuk pengunjung. Nerima kritik dan masukan dari pengunjung yang lebih paham. Sharing.... dan dapet gebetan. 


si Arsyi modusin cewek, mukanya bahagia banget haha


Monic: asik ngejelasin desain Tugu Art Space

Arga: sibuk ngejelasin desain shelternya

Titis: modusin 2 orang sekaligus. haha nggak ding, dia sibuk ngejelasin

putri: "Jadi follies itu adalah lalallalala~"

Santi-Handi: ngejelasin ke pengunjung tentang sistem water treatment pada desain mereka


Project superseru selama kuliah. Bersyukur banget pernah ngerasain kayak gini. Pernah jadi bagian 2011. Project yang nggak akan terlupakan selama hidup. Usaha keras kita terbayar dengan pameran 3 hari ini. Bangga banget :')

So, this is it! 
karya terbaik untuk semua
-arsitektur ugm 2011-



Huehuehuehue.. Sudaaaaaaah. lanjut ke part 2 nya yaaaaaa...
Sorry kalo panjang banget. Abisnya nggak mau terlewatkan sedikitpun :''')



bonus: foto saya
lagi-lagi pake kerudung ini, kayaknya kerudungnya udah jadi ciri khas gitu hahha :3



kredit foto: