Saturday, August 11, 2012

bulgogi 2: good bye Seoul

annyeoooooooong!!
we're opik and kiky from Indonesia. We're bestfriends since we're in  highschool (now we're college students ). We always have a lot of crazything and big dreams. One of our big dreams is trip to Korea. xD
We have a big dream to visit seoul together so, who knows, this competition will make our dream come true xDD and one of our crazy thing is cooking this korean food with our way, call it traditional cooking! haha
we love Indonesian culture that is traditional a lot. Food, culture, and every indonesian, so we used anglo (indonesian traditional stove), cobek (lemper and ulegan that is made from stone), sambal because every indonesian like adding this to their food, and eat kemangi for 'lalapan'

so this is it
bulgogi with sambal and kemangi xD
I hope this bring us to Seoul
yeaaaaaaah!!

: this is our 6 minutes video :




That's our video for cooking video contest. 
Five teams with the best videos will be selected to win a 5-day, 4-night "Delicious Seoul Story" trip to Seoul that includes various Korean cuisine-related experiences, round-trip airfare to Seoul, 4-night hotel stay, transportation fare, and translation services.
We're very excited for manytimes doing this video. From cooking, recording, and editing (opik did). 
Lalu dimana salahnya?
Jadi begini, kegirangan kami dan impian besar kami, terutama Opik, untuk mengikuti kontes ini sangat tinggi. Hmmm saat mengetahui kontes ini kami langsung memutuskan untuk mengikutinya. Sudah pernah saya postkan sebelumnya.
Diatas adalah hasil video jadi yang sudah diedit oleh Opik. Dengan semangat saya mengupload ke akun youtube saya. Selama 2 jam. Entah koneksi internetnya lagi busuk atau memang memorinya yang cukup besar. Setelah selesai saya share di facebook dan twitter. Dan Borampun melihat. Beberapa saat kemudian ada sms masuk ke hp saya, ternyata Boram. "Kik, kamu salah upload, harusnya di youtube channel visitseoul."
Saya langsung sms Opik. Saat hampir bersamaan, Opik juga sms ke saya dengan isi sms sama. Bilang kalau salah upload. Oke, upload ulang, saya pikir.
Gak lama kemudian. Ada sms masuk lagi dari Opik yang isinya:
"Kik..... videonya harus 3menit. FAILED." 
what the!! Gak tau apa yang harus kami lakukan. Opik frustasi dan saya ketiduran. Maaf piiiiiiiiiiik~
Saya yakin sekali Opik tidak tidur semalaman dan mengedit ulang video tadi jadi 3 menit. Benar saja paginya saya ke rumah Opik dan dia tidak tidur semalam untuk mengedit video. maaaaaf lagi piiiiiik~ Akhirnya jam 1 video 3menit itu berhasil dia buat dan bagian saya yang menguploadnya.

: this is our 3 minute video :



Kami kembali girang. Deadline jam 17.00 waktu Korea, it means disini jam 15.00. Oke, kesempatan upload 2 jam dan kita sudah sebar ke teman-teman untuk bantu view dan like videonya. Kegagalan kedua adalah Judges score (60%) and general public score (40%). Jadilah kami sebar sms kemanapun sebisa mungkin.

Detik-detik menjelang upload video saya penasaran. Mana sih yang bilang video harus 3 menit? Setelah dicari ada di web resminya hiks. sedih banget ya :(
Karena penasaran kami baca ketentuan lainnya. Scroll kebawah-bawah-bawah-bawah, kemudian kami tercengang. Diam. Tanpa kata.

Eligibility

Only non-Korean citizens residing outside of South Korea can enter.
Participant(s) must be 20 years or older at the time of entry.


done!


byebye Seoul, wish us luck someday
:')



Friday, August 10, 2012

7 hari

--Yang Terbaik Bagimu--

Teringat masa kecilku  
Kau peluk dan kau manja  
Indahnya saat itu Buatku melambung  
Disisimu terngiang Hangat nafas segar harum tubuhmu  
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi  
Serta harapanmu
 
Kau ingin ku menjadi  
Yang terbaik bagimu  
Patuhi perintahmu Jauhkan godaan  
Yang mungkin kulakukan Dalam waktuku beranjak dewasa 
Jangan sampai membuatku  
Terbelenggu jatuh dan terinjak
 
 Tuhan tolonglah sampaikan Sejuta sayangku untuknya  
Ku terus berjanji Tak kan khianati pintanya  
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya Ku mencintaimu  
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu
 
Andaikan detik itu Kan bergulir kembali 
Kurindukan suasana Basuh jiwaku  
Membahagiakan aku Yang haus akan kasih dan sayangmu  
Tuk wujudkan segala sesuatu Yang pernah terlewati

 
 Tuhan tolonglah sampaikan Sejuta sayangku untuknya  
Ku terus berjanji Tak kan khianati pintanya  
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya Ku mencintaimu  
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu


Lagu dari adaband selalu terngiang-ngiang di telinga dan membuat saya merinding seketika. Begini rasanya menyanyikan atau mendengar lagu tersebut penuh perasaan. Dan begini rasanya ketika mengalaminya. Penuh makna. Sedih. Terharu.
Nanti malam tahlil 7 harian papa. Cepat sekali waktu berlalu. Kadang merasa masih ada yang 'aneh'. Tapi sebisa mungkin mencoba membiasakan diri dengan itu. Semangat papa harus tetap mengalir pada diri saya, mama dan adek. Bagaimanapun apa yang telah beliau cita-citakan harus terus berjalan dan tercapai.
Ada kalanya saya merasa papa masih ada. Di kamarnya terbaring, tertidur, dan saya menunggu panggilan papa untuk disuruh ini itu. Kadang saya terjaga menunggu ketika beliau memanggil. Tapi sudah tidak pernah beliau lakukan. 

Masih banyak hutang yang harus saya tebus kepadanya. Janji saya yang segudang banyaknya belum ada satupun yang terpenuhi. Belum sempat saya memberi sesuatu yang berharga. Belum sempat saya sekali saja membuatnya bangga. Semuanya belum. Belum saya laksanakan. Impian saya, papa, mama, dan adek belum juga terlaksana. 

Ya Tuhan, ampunilah hamba dan kedua orang tua hamba, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi hamba di waktu kecil.

Terkadang saya ingin seseorang membangunkan saya dari segala macam mimpi buruk ini, tapi mustahil, karena ini bukan mimpi buruk. Hanya harapan yang menganggap mimpi buruk ini jadi lebih buruk. From now on, we're going to face the future together :)

Monday, August 6, 2012

sukariyono, solo, 21-06-2012

Mbah Gesang dan om Broery, pamit kalian pada sang kekasih, saya rubah dikit liriknya dengan pamit beneran, tapi kapan itu terjadi kita juga tidak tahu, ini sebagai ketulusan dan kepasrahanku pada Illahi Roobi.
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illallohu Allohu akbar, la haula walaa quata ila billahil aliyil adzim................
Subhanalloh wal hamdulillah


Ijinkan aku pergi
Apa lagi yang engkau tangisi
Semogalah  kepergianku
Dapat menghentikan tangismu
Memang berat kurasa
Meninggalkan kasih yang kucinta
Namun bagaimana lagi
Takdir ini harus kujalani
Reff:
selamat tinggal
kudoakan kau selalu bahagia
hanya pintaku
jangan lupa kirimkan doamu
Bila suatu hari
Kau merindukan dilubuk hati
Bersyujudlah  dan berdoa
Pasti Alloh memberi obatnya


Sayang, aku ingin umur panjang yang manfaat
namun kehendak Alloh kita tak tahu
kuingin kepergianku kau iklas hati

semoga  khusnul khotimah menghadap illahi...  


sukariyono, solo, 21-06-2012

Saturday, August 4, 2012

move on (?)

Inginnya move on, tapi entah kenapa seperti ada yang memegangi. Seperti berteriak "jangan", sambil terus menarik tangan saya. Saat nyaris terlupakan, selalu saja ada yang mengingatkan. Padahal setahu saya tidak ada timbal balik disini. Pihak sana tidak dirugikan, tapi disini, saya tidak bilang rugi, hanya saja ini tidak adil karena hanya saya dan pihak saya yang mengetahui, sedang disana tidak. Tidak semudah yang saya pikir ternyata. Harus terus coba dan mencoba lagi. 

Dua tahun, tidak, lebih, hampir tiga tahun ini. Saya masih ada rasa tidak enak hati dengan 'sang'. Mengingat kejadian tragedi-tragedi yang terjadi di tempat itu. 'nyesek' kalo saya bilang. Mencoba memaafkan. Sudah termaafkan pada tahun pertama. Tapi tiap lihat wajahnya masih ada raut jengkel darinya yang terpancar pada saya. Mungkin gr, tapi itu yang saya rasa. Tatapan 'sang' yang menusuk sampai dalam masih terbayang-bayang. Kadang saya ingin berteriak padanya, "apa sih salah saya? bahkan sebelumnya saya tidak mengenal anda."

Setiap mencoba untuk melupakan, ada saja hal yang bisa membuat kembali. Kembali memikirkan. Padahal tidak banyak kenangan yang istimewa. Yang ada air mata yang mengalir dari mata saya karena merasa bersalah dan bingung dengan keadaan saat itu. 
Beberapa bulan yang lalu, entah mengapa tiba-tiba hal ini menjadi 'kuat' dan saya meyakininya. Hanya memikirkannya bisa membuat saya senyum, senang, dan lega. Ketika seseorang bertanya 'mengapa' saya hanya menjawab 'tidak tahu'. Saya tidak tahu apa yang harus saya jawab dengan pertanyaan seperti itu. Kemudian saya teringat 'sang-blog' yang isinya tentang itu juga. Keyakinanpun pudar. Tapi mengingat mereka tidak lagi bersama keyakinan, bukan, bukan keyakinan, hati saya sedikit lebih besar. Bukan senang pula. 

Move on

Susah ya. Ada selingan setahun. Hampir saja lupa dan cukup berhasil. Cukup serius sebenarnya. Saya dan sana. Tapi pada akhirnya. Wohooo! Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Penebar benih saja. Merasa sangat tolol dan bodoh dibegitukan. Hingga hari-hari saya ditemani Manusia Bodoh-nya Ada Band. Middle finger up!
Entah kenapa setelah itu kembali lagi, hingga sekarang (mungkin) setelah mengetahui ketidakbersamaannya. 
Keyakinan padanya dan keinginan untuk move on sama. Ada kalanya saya meyakinkan diri saya, tapi ada kalanya pula saya sangat ingin pergi.
Entahlah, saya merasa bodoh karena terus memikirkan ini. Beberapa bulan terakhir keinginan move on lebih besar. Saya akan merasa bodoh sekali kalau sampai tiga tahun tidak bisa move on. Gedung-gedung bertingkat akan mentertawakan saya. Bukan hanya gedung bertingkat, saya yakin sekali kalo 'sang' juga akan mentertawakan saya. Ingin sekali mengibarkan bendera perdamaian di depan wajah 'sang'. Tapi bendera putih. Tidak akan.

destiny, who knows? 

Tulisan saya sudah terlalu galau. Sudahlah, yang penting saya punya keinginan kuat untuk move on dan tidak ada alasan untuk tetap berdiri disini. Terlalu lama berdiri itu lelah. Apalagi kalo berdiri tanpa arti. Saya tidak mau membodohi diri saya hingga menyuruh diri saya berdiri, mengharapkan apa yang tidak pasti, tidak berbuat apa-apa, pasrah. Lebih baik saya berjalan, karena impian saya begitu banyak, dan menurut saya wajib dicapai daripada hanya berdiri untuk menemukan jawaban. Mungkin dengan berjalan saya akan menemukan jawabannya. Darinya, 'sang', dariku, atau entah siapa.


Thursday, August 2, 2012

mystery


destiny, mistery, deep, far, large, maybe, me and someone there, someday

Takdir, satu kata, penuh makna atau mungkin tidak. Dulu, sekarang ataupun nanti. Besar atau kecil, berpengaruh atau tidak.  Hidup, mati, sakit, susah, senang, sehat, kaya, miskin, aku, kamu, dia, dan 
jodoh.
Siapa yang bisa menyangka, menebak, atau menerawang. Atau bahkan mungkin mengetahui. Tidak ada saya rasa. Hanya Tuhan yang tahu, sedangkan kita mengetahuinya setelah itu terjadi. Sekarang hanya bisa menebak, dan mungkin berdoa, jika mau, dan sebaiknya iya.
Saya tidak mau rasa galau menyelimuti atmosfer malam ini. Hanya ingin berpikir dan sedikit merenung. Masa lalu, perbuatan, kesalahan, amal baik dan jahat, ucapan, pikiran, dan dosa.
Lalu?
Saya pikir post ini mulai galau. Hahaha
Baiklah mulai menulis dengan pikiran jernih apa maksud post ini.

Sebenarnya tidak ada maksud apapun, hanya mencurahkan perasaan yang tiba-tiba amburadul rasanya. Pikiran kemana-mana. Sebenarnya dengan alasan tertentu tapi saya tidak bisa cerita.
Tadinya perasaan dan pikiran saya tidak se-amburadul ini. Tapi setelah bertemu dengan beberapa orang jadi seperti ini. Bukan, bukan musuh. Bukan kekasih atau semacamnya juga. Hanya saja, 'penting' mungkin. Semua yang saya tulis disini adalah 'kemungkinan' dan 'atau'. Jadi bukan kenyataan atau fakta. Benar saja, tulisan saya kacau sekali hari ini. Penuh kegalauan dan ketidakjelasan. Saya sendiri bingung mau menulis apa. Tidak berbobot.

Takdir adalah misteri yang terungkap setelah kita menjalaninya. Adalah teka-teki hidup yang selalu ditunggu-tunggu jawabannya oleh saya, dan sebagian orang, atau semua orang mengunggunya? Mungkin berpikir tentang takdir membuat sebagian dari kita merasa galau. Seharusnya kita percaya bahwa takdir itu terjadi entah kapan dan bagaimana, dan haruslah kita berpikir positif tentang ini. Tapi kalau kita berpikir terlalu jauh tentang bagaimana ini itu anu blablabla pastilah bingung sendiri dan galaulah yang didapat. Seperti saat ini. 
Berpikir terlalu panjang tentang masa depan, bagaimana ini itu hanya membuat orang menebak-nebak. Hanya perlu meyakini, bertawakal, kemudian berdoa agar semuanya baik-baik saja. Percaya dan yakin, and all is well.
Misteri hidup saya tak terduga selama ini. Tentang saya, keluarga, sahabat, kuliah, umur, kesehatan, masalah, dan semuanya. Menyenangkan kadang tidak.  Semoga saja ke depannya lebih baik. Amin


--mungkin tidak ada yang istimewa bagimu, tapi saat itu, untuk kesekian kalinya saya terkesima, dan saya masih menyimpannya namun hanya untuk dikenang, terimakasih 'saudaraku'.--



galau

God is Always Listening And Understanding 



destiny is a mistery
me, him, her, they, us and you