Friday, January 22, 2016

23


Dua puluh tiga? Mau jalan kemana lagi? 


Tahun baru selalu identik dengan pembuatan resolusi baru. Dan ya, saya juga tipe orang yang semacam itu, terlebih jarak tahun baru dan ulang tahun hanya selisih tujuh belas hari. 

Katanya dimulai dari satu langkah,
tahun ini satu langkah saya adalah: LULUS! (yang gak boleh tertunda lagi)
Sidang ketiga sekaligus sidang terakhir awal April nanti akan menjadi langkah awal menuju perjalanan asik lainnya yang penuh misteri!


Makasih buat kado, surprise, ucapan dan doanya guys!

Sunday, January 10, 2016

2016: which way to go?



Hallo 2016!!
Pergantian tahun saya lalui begitu saja, tidur karena kelelahan. Tak jauh-beda seperti tahun-tahun sebelumnya, saya tidak terlalu suka selebrasi. Dua ribu enam belas diawali dengan bangun pagi seperti biasa, sarapan nasi liwet, lalu tidur lagi karena masih kelelahan.

Melihat post teman saya, saya jadi ingin ikut-ikutan mengingat setahun kebelakang,

Pada awalnya 2015 biasa saja, karena resolusi yang saya kejar tahun lalu  cuma satu: Tugas Akhir (yang sudah tertunda satu semester). Yang pada kenyataannya tertunda lagi karena harus KKN dulu. Awal yang biasa saja menjadi tak terduga-duga pada akhirnya. Urusan tugas akhir dicampur dengan urusan 'ehem' bukanlah adonan yang baik. Saking tidak baiknya sampai bisa bikin jungkir balik sendiri. Bisa bikin galau siang malem dan ngilang dari peradaban selama seminggu. Oke. Lupakan! Wk

Seperti dongeng, setiap akhir pasti punya happy ending. Dan happy ending tahun 2015 diakhiri dengan kepulangan saya dari Pulau Komodo, dijemput mama dan dibawakan nasi liwet.

Banyak hal terjadi, banyak hal yang sudah dilakukan, yang pastinya banyak tenaga dan waktu yang dicurahkan. Banyak suka cita. Banyak juga kepuasan batin.
Begitu sadar ini 2016, pikiran langsung kacau. Ketakutan datang. Mengingat kembali apa yang sudah dilakukan dan apa yang sedang diusahakan. Karena kalau diingat, apa yang telah saya lakukan tanpa perlu usaha dan tekad kuat untuk mendapatkannya. Saya hanya mengikuti arus, menikmati kemana arus membawa lari. Dari banyak hal yang sudah saya kerjakan, tidak ada yang benar-benar saya usahakan (dengan sungguh-sungguh). Banyak hal yang bisa dilakukan, tapi tak diusahakan. Jadi berpikir kalau ternyata selama ini tidak benar-benar melakukan apapaun. Takut? Ya. Sangat takut.

Mungkin benar kata salah satu teman saya, 'Sebenarnya kamu sudah menemukan passion kamu, tapi kamu tidak tahu yang mana, mungkin pulang dari sini kamu harus cari tahu. Lalu kerjakan satu-satu dulu. Jangan semua kamu kerjakan.'

Sekali lagi,
Selamat tahun baru! Semoga segera bisa menentukan jalan mana yang akan kau pilih!


xoxo,
kiky

Sunday, August 23, 2015

hati vs logika


lilin-merica-oregano-garam
when the love falls - yiruma 

Kombinasi yang pas buat kencan, ditambahi bumbu sore dihalaman belakang. Plus lampu-lampu gantung yang mulai menyala. Ah sore. Ah candle light dinner. 


Ini cerita antara antara hati sama logika. Semacam curhatan juga sih. Mungkin ada yang ngerasain semacam konflik batin. 

Kencan.
Ngapain? Makan. Ngobrol. Itu paling normal dan aman.

Pacaran. 
Ngapain? Saling mengenal satu sama lain (untuk ke jenjang yang lebih lanjut).

Bolehkah?

Logika: kalo nggak pacaran gimana mau nemu jodoh. Kalo nggak usaha gimana mo ketemu jodoh. Kalo nggak mau ketemu atau kencan ama orang baru gimana mau nemu. Buka hati itu perlu banget. 

Hati: Kata Allah jodoh itu ditanganNya. Udah dituliskan dari lauhul mahfudz. Kalau mau dekat dengan jodoh, dekati saja penciptaNya. Perbaiki kualitas diri. Berdoa. Jangan pacaran.

(entah kenapa ini jadi sedikti religius)
Saya yang ada ditengah-tengahnya sebenarnya belum bisa mengambil keputusan. Pilih hati atau logika. Berdasarkan kepercayaan sudah jelas pilihannya, hati. Tapi logika juga jalan terus. Ada pepatah dengarkan kata hati. saya setuju banget. Hati bicara bukan tanpa alasan. Hati bicara karena kebaikan. Dan saya yakin hati tidak bicara sendiri. Jika kamu percaya Tuhan atau mencari Tuhan dimana, Itu yang sedang bicara dan berdetak didada kamu. Saya yakin banget bahwa kata hati yang kuat berarti kita dengan denganNya. Kalau tidak merasakannya, berarti memang kita jauh. 

Tapi otak dan logika juga jalan dalam hal pacaran ini. Saya rasa memang kekuatan bisikan setan super kuat. Ketika logika membolehkan kita untuk pergi bersama seorang yang anggaplah gebetan atau pacar, namun hati tak rela. Tahunya? Nggak yakin sama apa yang kamu lakukan. Ragu. Berarti logika dan hati nggak sejalan. Berarti ada kontra didalam sana. Itu yang setiap kali saya rasakan ketika mau pergi. 

Tahu banget kan betapa sayangnya Tuhan sama kita. Tapi kalau menutup diri terus kapan mau ketemu jodoh?
Tahu kan betapa bingungnya saya ketika diajak kencan? Kalo bilang tidak, isi kepala semacam 'ah kapan lagi ada kesempatan?' tapi hati berkata 'yakin kamu? itu mendekati hal-hal buruk (zina).' tapi logika berkata 'kan udah sama-sama dewasa. Masing-masing dari kita bisa jaga diri kok.'

Dan akhirnya logika menang. 

Duniawi memang begitu menggoda ya. Ya Tuhan maafkan dan ampunilah kami. 


Saturday, July 25, 2015

where the flower blooms so does hope

Suasana masih lebaran. Mohon maaf lahir batin, saya nggak sempet bikin gambar lucu-lucuan buat lebaran karena mepet banget mudik huhuhu *sedih*

Mau cerita dikit, akhirnya saya punya pensil warna yang saya idam-idamkan dari dulu. Fabercastell Albrecht Durer! Yeeeey! Tapi................
cuma sebiji.
Beneran nih.
Di gramed dijual bijian harganya 24ribu. Saya beli warna cinamon, warna kulit, enak banget dipakenya, pas di blend sama air warnanya agak mudar sih, tapi tetep aja keren. Moga bisa ngoleksi warna lengkapnya atau satu case lengkapnya bareng koleksi polychromos atau aquarelle *amin berjamaah buat yg hobi nggambar*

Karena saya tipe orang yang nggak bisa kebanyakan 'nggak ngapa-ngapain' dan ga betah jauh-jauh sama cat air akhirnya nggambar lagi. Ternyata udah dua minggu dari terakhir kali saya ngepost gambar di instagram. Pantesan aja.

Itu first trial nyobain nggambar pake albrecht durer. Dibawah sketsa pake pensil 5H + albrecht durer untuk sketsa awal. Ditambahi cat air pastinya, Trus untuk mempergelap dan mempertajam efek 3D pake albrecht durer lagi. Btw sebenernya saya kapok nggambar mawar soalnya lama banget. Tapi nagih, dan lucu aja gitu :3





Demikianlah. Saya lupa lagi kalo punya akun doodleseries.blogspot.com.
Namanya susah diinget, enaknya diganti apa yak? :3

Friday, July 3, 2015

finally breath

Sudah terlalu lama sendiri  males buat update blog satu lagi yang isinya galeri gambar. Abisnya kayaknya nggak ada yang ngebuka. Huwahaha :'' 

Habis sidang terbitlah revisi. Habis sidang terbitlah tagihan garapan (alhamdulillah). Tapi kabur sejenak melepaskan nafsu nggambar soalnya sampe jantung kerasa jedak-jeduk pengen meluapkan emosi jiwa. Santai dulu gitu. Nggambar dulu.

and I can finally breath

model:
Mbak-mbak model di pinterest. 
Warna: Agnes Cecile
Watercolour Koi
Touch up photoshop, brightness, contrast, level, burn, dodge and higlighter tool


kalo kata mas @gatagitu,
sketsa yang nggak diretouch digital itu semacam ngerekam lagu tapi nggak di mastering, atau semacam makan bakso nggak pake micin, atau semacam main bulu tangkis nggak pake net, atau main petak umpet tapi nggak ada yang jaga. 

cheers!
x)